My Movements Trip.

Sabtu, 19 September 2015

Menyalahkan "Nonsense Activity"

Poster masjid yang tertempel di langit-langit kamar beberapa hari lalu, ikut mengisi adukan rasa galau dalam dada. Betapa tidak, aktivitas bulan ini membuat tanganku ingin memukul sesuatu. Ah, lupakan sedikit emosi, toh permasalahan ini bersifat pribadi.

“Tenang bagai lautan.” Batinku, sembari mengingat pantai sewaktu liburan dulu.

Namun payah, setiap terbayang denturan ombak, emosiku makin meluap-luap. Ingin rasanya kumenerjang sesuatu. Menghempaskannya. Lalu merangkulnya. Dan menghempaskannya lagi. Absurd, saya pun bertanya-tanya, dari mana amarah ini berasal?

Al-Aqsha. Sebuah poster masjid seukuran meja belajar terpasang tepat di atas ranjang tidur. Semakin diperhatikan, rasa keterasingan semakin menumpuk di kedua bola mata. Entah bagaimana cara menghilangkan gumpalan rasa kecewa, hina, dan malu yang kini berbentuk Kristal bening yang seketika membasahi wajah.

Kehinaan itu mulai mengotori mukaku yang sembab dengan isak tangis. Di atas kasur empuk dan hembusan kipas, tanpa hingar-bingar letusan peluru maupun ledakan granat, tubuhku tergolek dengan perut terisi penuh biskuit coklat.

Ah, Al-Aqsha. Lagi-lagi aku hany bisa menangisimu di malam hari. Yang pada esok aku akan sibuk mencari makan, dan melacurkan mulut ini bersama kawan-kawan. Kembali diingat, lalu dilupakan.

Kejam sekali diriku.
Dan nyatanya, sasaran kemarahan itu adalah aktivitas nonsense, tanpa pernah mempedulikanmu.

Tolong, 
maafkan aku yang hanya bisa menyalahkan ini dan itu, tanpa berusaha mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar