My Movements Trip.

Senin, 08 Juli 2013

Jadilah Orang yang Menyadari Bentuk Sebuah Pengorbanan

Banyak orang yang meyadari bahwa, "kesuksesan itu butuh sebuah pengorbanan."

Tapi sayangnya, hanya sedikit orang yang bisa menyadari bentuk pengorbanan itu, dan mereka yang belum menyadari terus bertanya; "ngapain sih lo cape-cape demo, berlelah-lelah lari kesana-kemari, panas-panasan dijalan? sampe pasrah banget tubuhmu jadi sarang muntahan peluru-peluru yang bisu itu, dari kepalamu mengalir cairan kental, mulutmu mengering, tatapanmu merabun, wajahmu.. oh iya wajahmu.. sudah tak bisa kukenali lagi, menghitam karena asap-asap yang terus kau lawan ditengah pembakaran mayat-mayat para demonstran."

Padahal saat kesuksesan itu datang, dengan wajah penuh ceria ia menggandeng istri dan buah hatinya, menikmati suasana damai ditengah alun-alun kota sambil berkata "oh, ini toh yang namanya perjuangan."

Ya, sering kali kita hidup diatas pengorbanan orang lain, sedangkan orang-orang yang berkorban itu hidup diatas cita-cita mereka. sungguh mulia.. ya sungguh mulia, dan itulah kenapa pahlawan itu akan selalu ada, selalu eksis mengisi lorong-lorong kehidupan yang terus membentang hingga masa tua anak-cucu kita, hingga kubur kita tertutup oleh tumpukan mayat mereka, hingga mayat-mayat itu menuntut balas atas jasa-jasa mereka.

Dan sedikit fakta yang menarik, "kesuksesan yang menentramkan jiwa" adalah hasil dari perjuangan kita melawan antek-antek kebathilan, dimana kebathilan-kebathilan itu bisa berbentuk; kemalasan saat belajar, ketakutan dikala mengatakan kebenaran, kemunafikan ditengah-tengah dua pertarungan, kedengkian ketika teman lebih baik dari dirinya saat berjuang, dan kediktatoran (tirani) dimana semua orang ingin menghirup udara kebebasan.






Man Haraki
Mutsalats, 8 Juali 2013.