Yah, akhirnya
badan saya ambruk juga. Kurang lebih dua minggu saya berkutat dengan aktivitas
yang lumayan padat. Terhitung dari tanggal sepuluh oktober saya menulis jadwal
sekunder yang harus disertai jadwal aktifitas primer.
Mulai dari jadwal
jilsah, kuliah dan “Sekolah Menulis Sinai” yang ketiganya menjadi prioritas,
lalu dibarengi dengan jadwal sekunder, semacam talaqqi di masjid Azhar,
berkunjung ke perpustakaan mahasiswa Indonesia dan olah raga di central Zahra bareng
ikhwah-ikhwah yang ada di mesir, semuanya berjalan lancar sampai-sampai uang
bulanan yang biasanya nyisa diakhir bulan harus habis di tengah jalan gara-gara
terpakai untuk bayar ongkos bus yang udah mulai ga’ bersahabat dengan
mahasiswa.
Sedikit informasi,
saat ini saya tinggal di daerah hussain, dekat dengan masjid Al-Azhar, dan
harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh untuk bisa ikut beraktifitas dalam
dinamika yang ada di masisir. Sedangkan pusat aktifitas di sini terdapat
didaerah ‘asyir. :P
By the way, saya mulai
sering pulang malam karena disibukkan beberapa agenda, mulai dari rapat panitia
acara “ORMABA anak-anak ISLAH yang baru datang” hingga berlangsungnya acara, terkadang
saya harus ngorbanin waktu kuliah buat nyiapin ni acara. Cape, pegel, yah
namanya juga amanah.
Belum selesai acara ormaba,, eh, tiba-tiba dapet amanah
buat ikut serta ngadain acara Open House, rapat lagi.. rapat lagi.. bukan Cuma satu,
tapi TIGA acara Open House di tempat yang berbeda. Yah, berhubung saat itu udah
mau Idhul Adha, dan ini udah lazhim di kalangan Masisir. “agar silaturrahmi
makin erat dan tetap terjaga.” Begtu mereka berkeyakinan.
Jika esok hari
saya ga’ ada kerjaan di daerah a’asyir, saya lebih memilih pulang malam ke
daerah hussain dari pada harus pulang ketika pagi hari, jika dihitung-hitung,
saya bisa tidur sampai jam delapan diatas kasur yang empuk dari pada harus
berdesak-desakan dengan para mahasiswa di bus 80 coret. Mungkin karena terlalu
sering terkena angin malam tubuh saya perlahan mulai terasa lelah.
Beruntung saya
memiliki sahabat-sahabat uniq yang tinggal di daerah musallas, terkadang
setelah nunggu bus malem-malem dan tak kunjung datang bus-nya, saya hanya bisa
pasrah dan kembali ke rumah mereka. Walau terkadang saya sering cari-cari alasan
untuk nginep disana, mengulang tawa, ejek-ejekan, ng’gosip, nonton film atau
main PES 2011 juga PES 2012 dan yang sekarang PES 2013. Yah seperti dulu ketika
masih di pondok, ga’ jauh beda kalo udah ngumpul sama mereka.. ahaha.
Ah, akhirnya
semua amanah itu selesai juga, seperti perkiraan saya, saya akan ambruk setelah
acara-acara itu selesai, beruntung acara-acara tersebut berjalan ketika kuliah
lagi libur, walau beberapa jadwal kuliah sebelumnya terpaksa saya tinggalkan
gara-gara harus ikut rapat.
Dan seandainya
setelah ini semua saya memiliki waktu luang untuk kembali focus belajar, saya
akan sangat senag untuk mendapatkan waktu luang tersebut. Namun, terkadang
amanah-amanah baru sering bermunculan, karena seandainya saya hanya hidup untuk
diri sendiri, tentu memiliki waktu luang adalah hal yang mudah, akan tetapi
bukankah kita semestinya hidup untuk orang lain juga??, sebagaimana kita telah
hidup dan bisa terus berjalan menapaki puncak prestasi berkat pengorbanan orang
lain juga.
Sungguh berkesan
nasihat ustadz saya ketika saya mengeluh kepadanya tentang begitu banyak amanah
yang saya pikul, beliau berkata “Amanah itu bukan untuk ditolak, dan jika kamu
harus meluangkan waktu utnuk menjalankan amanah tersebut bukan waktu belajar
yang kamu korbankan akan tetapi waktu tidurmulah yang harus kamu kurangi.”
Di lain kesempatan senior saya yang lain yang sudah
berpengalaman di dunia organisasi memberi nasihat kepada saya tatkala kita
harus berhadapan dengan amanah yang terkadang tidak bisa kita jalani atau
tatkala kita jalani akan berdampak buruk
bagi kita, “berani katakana ‘TIDAK’.” Nasihat beliau. Dan Alhamdulillah,, semua
nasihat itu selalu menginspirasi saya di setiap langkah yang hendak saya
tapaki.
Tolong do’anya ya
agar saya bisa kembali beraktifitas di negeri seribu menara ini.. salam.. :)


