My Movements Trip.

Rabu, 26 Februari 2014

Merah atau Kuning?





Suatu ketika, seekor Keledai yang sering di ganggu oleh Harimau mendatangi Singa, lalu ia bertanya kepada nya,
 
“Bukankah engkau Sang Raja di hutan ini?”
 
“Tentu, apa yang terjadi?” jawab Sang Singa sambil melemparkan pertanyaan kembali.
 
Keledai itu berkata, “Seekor Harimau memukul tepat di wajahku setiap kali ia bertanya ‘Kenapa kau tidak menggunakan topi?’, kenapa ia memukulku? lalu topi apakah yang harus aku pakai?”
 
Maka Sang Singa menjawab, “Biarkan aku mengurus masalah ini...”
 
Dan ketika Sang Singa bertemu Si Harimau, bertanyalah Singa tersebut terkait masalah topi yang sedang diributkan, Maka Si Harimau Menjawab,
 
“Hanya sebagai alasan agar aku memukul dia.”
 
Maka Sang Singa berkata,”Carilah sebab yang jelas, misalnya mintalah ia untuk mendatangkan sebuah apel, jika ia memberikan apel berwarna kuning, maka pukullah dia katakan kepadanya kenapa kau tidak mengambil apel merah?, dan jika ia memberikan apel merah, pukullah dia dan katakan kepadanya kenapa tidak mengambil apel kuning?...”
 
“Alasan yang bagus...” timpal Si Harimau.
 
Dan di hari berikutnya, Si Harimau  meminta kepada Si Keledai untuk mengambilkan sebuah apel. Tiba-tiba Si Keledai teringat sesuatu hal lalu bertanya,
 
“Kamu menginginkan yang berwarna merah atau kuning?”
 
Seketeika Si Harimau berkomat-kamit dan berkata, “Merah, atau kuning, merah atau kuning..?”
 
Langsung saja ia memukul Si Keledai, lalu bertanya,
 
“Kenapa kamu tidak memakai topi!?”
 
****
Orang zalim itu; tidak membutuhkan sebab agar ia berlaku zalim...

terjemahan dari sini

Selasa, 25 Februari 2014

Al-Aqsha Kembali Diserang

 25 Februari 2014


Setelah satu jam keberangkatanku menuju lapangan Kotameya (tempat dimana diselenggarakannya acara Sumatra Cup tahun ini) pagi tadi, ternyata masjid Al-Aqsha kembali diserang oleh kelompok Zionis-Israel.

Dada ini kembali bergemuruh, ternyata pembantaian yang terjadi di Afrika Tengah beberapa waktu yang lalu tidak membuat orang-orang dzolim itu berpuas diri.

Kekejian itu terus berlangsung, penistaan itu tak kenal waktu dan tempat, namun target mereka tetap, umat Islam.

Itulah mengapa kita, umat Islam, begitu mengkeramatkan sebuah nyawa, bahkan darah seorang muslim itu lebih mulia dari tempat suci-Ka'bah sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits.

Jangan sampai lupa di benak kita, sebuah pepatah arab yang berbunyi;

Berkata banteng Merah kepada dirinya sendiri tatkala ia sendirian berhadapan melawan singa, "Aku dimakan sejak dimakannya banteng putih."

Ya, tepatnya waktu itu ia terpedaya oleh si Singa tatkala ia membiarkan si Singa memakan kawan-kawannya, banteng putih dan banteng hitam. hingga tak ada lagi teman yang dulu dengan merekalah ia menjaga diri dari si Singa.

Dan tidak menutup kemungkinan, pembantaian-pembantian itu akan terus mendekati selimut-selimut hangat kita ini, Na'udzubillah min dzalik.

Maka dari itu, mulai kita menjaga diri kita dengan menjaga orang-orang di sekitar kita!

 ‪#‎AlAqshaUnderAttack‬  ‪#‎SavePalestine‬

foto Facebook

Senin, 17 Februari 2014

Muslim Sebagai Tuan Bagi Kaumnya

[Teruntuk mereka yang mengatakan bahwa politik itu busuk]

Ya, politik itu memang busuk, jika kita menyerahkan kepada mereka yang tidak berpegang teguh dan mengamalkan ajaran agama ini, serta mereka yang menyimpan rasa dengki dan hasad terhadap umat muslim.

Maka seharusnyalah seorang muslim itu menjadi pemimpin bagi kaumnya, mengurusi kebutuhan mereka, dan menjaga mereka dari rasa takut.

Hasbunallah wa ni'mal wakil, video ini hanya sebagian kecil dari pembantaian-pembantian yang terjadi akibat kita mengacuhkan pentingnya kekuasaan, karena kita lihat; tentara-tentara di negara tersebut pun ikut melakukan penyiksaan.

Mari kita jaga diri kita, orang tua kita, saudara-saudara kita, istri-istri kita, serta anak-cucu kita, dengan menjaga hak-hak orang lain, dan menjaga hak-hak orang lain tidak bisa tidak kecuali hanya dengan kekuasaan; yang berarti ikut serta dalam memilih pemimpin-pemimpin yang jujur, amanah, dan terpercaya serta mau bekerja untuk kebaikan umat dan bangsa.

Kalau bukan kita yang memilih pemimpin-pemimpin tersebut, siapa lagi?

Jangan sampai harta, jabatan,  anak-istri dan setumpuk kenikmatan dunia lainnya membuat kita cuek dengan penderitaan orang-orang di sekitar kita.

klik link di bawah ini untuk melihat video pembantaian umat muslim di Afrika Tengah.

Minggu, 16 Februari 2014

Agar Kita Tidak Merugi

Ada yang belajar, ada yang bekerja, namun yang belajar tetap memberikan sedikit waktunya untuk bekerja, dan yang bekerja juga meluangkan waktunya untuk belajar.

Jika kita perhatikan, sejatinya dunia ini terlalu kompleks untuk ditangani dengan satu ilmu saja, ataupun satu amalan saja, bagaimana kalau kita sama-sama bergandengan tangan. ya bergandengan tangan, bahu-membahu mewujudkan dunia yang kita impikan.

Dengan ilmu kita masing-masing dan amalan kita masing-masing, dalam ruang lingkup ukhuwah islamiyah. tak masalah seragam yang kita gunakan apa, sebagai mahasiswa, juru dakwah, pejabat pemerintah, pengacara, pengusaha, petani, atau supir bus sekalipun.

Ingat!, di sisi lain meskipun kita sudah beriman dan beramal saleh, tatkala kita sudah tidak mau lagi saling bertukar nasihat dalam kebenaran dan kesabaran, maka kita tetaplah menjadi orang yang merugi. Na'udzubillah min dzalik.

 1. Demi masa.
 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al 'Ashr: 1-3)

Semoga Allah tidak menjauhkan kita dari nasihat-nasihat yang menguatkan kita agar kita terus berpegang teguh dalam agama ini, Amin.

Salam 3 Besar. Cinta, Kerja, dan Harmoni.

Hussain-Kairo, 16 Februari 2014.

Senin, 10 Februari 2014

Harapan Itu Masih Ada

Orang sukses itu optimis, salah satu bentuk optimis adalah berani mengambil keputusan, jika ia salah, segera ia berbenah diri, dan tidak berkabung secara terus-menerus di dalam lubang keputus-asaan. Sedangkan sikap anti politik yang terlahir karena melihat ada sebagian oknum melakukan korupsi; adalah salah satu bentuk keputus asaan.

Karena itulah kita selalu berkata "Harapan itu masih ada", karena kita optimis, bahwa diri kitalah yang akan melakukan perubahan. Dan jika perubahan berskala besar tidak bisa dilakukan hanya oleh segelintir orang, maka gotong-royong menjadi sebuah kewajiban untuk meraih perubahan tersebut. Dengan seragam kita masing-masing, pilihan kita masing-masing, keahlian kita masing-masing, dilandasi dengan keprcayaan dan ukhuwah islamiyah mari kita ubah Indonesia menjadi ‘Sepenggal Firdaus’ di pojok Asia sana.

Menyongsong pembebasan Palestina & #TRW_PKSMesir

Rabu, 05 Februari 2014

Hari Spesial

Great, hari Rabu ini telah berlalu seperti biasanya. Rutinitas yang telah berlangsung selama 20 tahun itu sudah hilang.
Terasa canggung memang untuk memulainya, namun saya merasa perlu untuk melakukannya. Hanya berlandaskan intuisi yang tergerakkan secara spontan disertai rasa penasaran, akhirnya bisa juga dijalankan.

Mindset ini terus ditata-ulang, tak ada yang perlu dispesialkan, dan tak ada lagi yang diasingkan. Do'a-do'a keberkahan harus terus diucapkan sepanjang hayat masih menempel di badan.

Bahkan kebaikan yang kita minta, adalah kebaikan untuk seluruh umat manusia di dunia. Semesta terus berdo'a, dan tak lupa untuk kebebasan saudara-suda di Palestina, Mesir, dan Suria.

‪#‎TerusBerdoa‬

Hussasin - Qasr el-Chok
00.05, 6 Februari 201(4)

Selasa, 04 Februari 2014

"Never Hate Your Enemies!" (Mike)

Dalam film 'The Godfather III', ada sebuah kata hikmah yang sangat bagus dan layak kita terapkan; 

"Never hate your enemies. it affects your judgement." (Michael Corleone)
  
Tapi sayangnya, dalam Islam hal tersebut sudah sejak lama diajarkan kepada kita;

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah.” (Al-Maidah: 8)

Jadi, memang cukup bagi kita al-Qur'an dan as-Sunnah menjadi pedoman hidup. Namun siapa sangka,, "HIKMAH itu barang hilangnya umat muslim," maka dimanapun kita menemukannya, lekas ambil.