Masih dengan kata-kata ustadz Rahmat Abdullah yang pernah abi kirimkan lewat SMS ketika saya masih di Indonesia;
"Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu, sampai pikiranmu, sampai perhatianmu. berjalan, duduk dan tidurmu.. bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah, tentang umat yang kau cintai.. lagi-lagi memang seperti itu. dakwah, menyedot saripati energimu, sampai tulang belulangmu, sampai daging terakhir yang menempel ditubuh rentamu. tubuh yang luluh lantak diseret-seret.. tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.."
Mungkin dulu, ketika aku baru menerima pesan itu, yang kurasakan hanyalah keindahan dari bait-bait kata yang tertulis dalam kalimat-kalimat tersebut. yah, hatiku ketika itu bergetar, namun entah karena apa sampai saat ini aku tidak mengerti apa yang membuat hatiku bergetar, sehingga aku menyimpulkan bahwa keindahan kata itulah yang mewakili setiap getaran dan kekaguman dari bait-bait yang diciptakan oleh ustad Rahmat Abdullah.
Dakwah, jiwaku yang dulu terkurung dalam lingkungan yang abstrak, dan dikelilingi oleh teman-teman yang selalu menghabiskan harinya didepan internet, membuatku tidak bisa mengerti akan essensi dari kata tersebut. juga aktifitasku yang hanya bertujuan mencapai kepuasan individu tidak menolong jiwa ini untuk merasakan kedalaman maknanya. sebuah kata yang telah Allah rancang untuk tiap pribadi muslim tanpa terkecuali;
نحن دعاة قبل كل شيء
Ya, mengajak.. mengajak diri ini untuk terus berada dalam kebaikan, juga untuk orang-orang disekitar kita. menjadi pribadi mu'min yang berkualitas. bersama-sama mengamalkan amalan-amalan solih, saling nasehat-menasehati dalam kebaikan juga dalam kesabaran. -maka dakwah itu adalah cinta.
Lalu berkumpul, berkumpul dengan orang-orang yang memiliki komitmen untuk memenangkan dakwah ini, mendengarkan kisah-kisah perjuangan mereka, merasakan kekuatan kesabaran mereka, juga harapan-harapan yang mereka bagikan kepada kita tentang sebuah keyakinan akan sebuah kemenangan dan pertolongan yang besar.! -dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
إذا جاء نصر الله والفتح
Komitmen, kesabaran, harapan dan keyakinan mereka mengakibatkan diri mereka harus berbenturan langsung dengan kepentingan-kepentingan yang tidak mau Islam itu berjaya, yang tidak mau keadilan itu ditegakkan dan jalan-jalan untuk menguasai sesama manusia itu dihancurkan. maka pribadi-pribadi yang teguh dalam komitmen dakwah ini tak jarang merasakan cercaan, hinaan, fitnah dan makar-makar yang ingin menghancurkan langkah kaki mereka, kemesraan hubungan ukhuwah diantara mereka, bahkan mereka harus bertentangan langsung dengan umat yang mereka dakwahi.. -Sampai pikiranmu, sampai perhatianmu. berjalan, duduk dan tidurmu.. bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah, tentang umat yang kau cintai..
- lagi-lagi memang seperti itu.
Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri mereka mengorbankan sepertiga malamnya untuk mentarbiyah anak-anak mudanya, walau terlihat dimata mereka rasa lelah ketika harus menyambi untuk kehidupan anak istri mereka. Namun senyum tetap merekah di bibir mereka, yang selalu kami artikan akan sebuah kesenangan akan berhasilnya mereka merebut cinta Tuhan mereka. Nasihat-nasihat merekapun hampir selalu bertemakan tentang keikhlasan, pengorbanan dan perjuangan, yang sebenarnya sudah sering kami temukan dalam keseharian mereka. -Dakwah, menyedot saripati energimu, sampai tulang belulangmu, sampai daging terakhir yang menempel ditubuh rentamu.
Maka untuk saat ini, biarkanalah kami yang meneruskan perjuangan yang telah engkau dapatkan dari warisan Nabi dan para sahabatnya.. -Tubuh yang luluh lantak diseret-seret.. tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..
25/09/2012. mutsallats.










