My Movements Trip.

Minggu, 28 Februari 2016

Do'a untuk Wanita Istimewa.

Pada akhir bulan Februari tahun 2016 ini, tak banyak kumengenal wanita. Namun ada satu di antara yg kutahu, dan ia begitu istimewa. Begitu peduli pada dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Ingin sekali kupinta ia,
"Menikahlah denganku."

lalu kepada Baba nya,
"Restuilah kami berdua."

Namun, akhirnya hanya sisipan do'a yang bisa kupanjatkan,
"Ya Allah, berikan lah ia jodoh terbaik,
yang akan membimbingnya ke surga,
bahu-membahu memperjuangkan agamaMu,
Menegakkan kalimatMu,
membebaskan Palestina, dan
Negeri Islam lainnya."

Toh, aku ingin kebaikan bagi wanita itu.
Sosok yang sedikit banyak membantuku untuk jadi lebih baik.

Jadi lebih baik?
Ya, aku berharap bisa menjadi yang terbaik.
hingga aku meminta kepada Allah, Tuhanku;
Ya Allah, jadikanlah aku orang terbaik dari yang terbaik.

Yup, setidaknya dengan menghafal Al Qur'an, fokus menyelesaikan S2, dan menjadi seorang aktivis yang terus memberikan manfaat untuk lingkungan. Serta menanamkan nilai-nilai Islam.

itulah syarat yang harus kupenuhi untuk bisa melamar jodohku.
Semoga tujuan ini tetap lurus.



Kairo, 29 Februari 2016
di tengah-tengah luapan kata gombal yang tak banyak tersampaikan.


Rabu, 24 Februari 2016

Isyarat Langit

Dengan gombalnya, aku berkata kepada Ibu,

" Diam adalah bahasa cintaku. Percayalah! Sisi romantisnya adalah Tuhan sendiri yang menyampaikan isyarat itu langsung kepadamu, Ibu."

Entah bagaimana aku berani berkata bahwa 'diam' adalah suatu hal yg Romantis?!
Belakangan, aku ingat puisi saat kecil yang diajarkan dalam kelas bahasa Indonesia dulu;


 "aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada."

Sapardi Djoko Damono.

***

Mungkinkah hati ini bisa menyampaikan isyarat itu kepadamu?
Aku rasa kau memerlukan waktu, akupun begitu..
Cita-cita kita tinggi, melebihi ratusan bahkan ribuan generasi.
Ada kata 'saling' untuk menjaga. Mengikuti aturan yang ada.
Al Qur'an dan As Sunnah sebagai panutan utama.


Tuhan, melalui cintaMu kutitip isyarat itu.
Kepada jodohku, aku mencintainya karenaMu.


25 Februari 2016
Kairo

Selasa, 16 Februari 2016

"Hari ini, hari ulang tahunmu, Umi."

Selamat ulang tahun, Umi.
abang selalu mendo'akan yang terbaik untukmu, juga untuk  lelakimu, dan anak-anakmu.
Selalu kudo'akan. Kupinta kepada Tuhanmu agar Ia menyayangimu, sebagaimana engkau menyayangiku sejak kecil, dari waktu kelima jari mungilku belum mampu menggenggam jari telunjukmu.. bahkan dari waktu engkau melahirkan, atau lebih dari itu? Sejak engkau meminta jodohmu, kepada Tuhan tentang laki-laki sholeh yang kini menjadi ayah bagi anak-anakmu.

"Umi," begitulah sapaan yang lelakimu ajarkan padaku. Ah, dia terlalu romantis. Diamnya adalah cinta. Atau dia hanya terlalu pemalu? Yah, setidaknya suatu saat aku ingin mendengarkan langsung darimu.

Kalau begitu, diam adalah bahasa cintaku. Percayalah! Sisi romantisnya adalah Tuhan sendiri yang menyampaikan isyarat itu langsung kepadamu.

Abang sayang Umi.
*Ah, sudah Enam Februari kita tidak pernah bertemu.

17 Februari 2016.

Senin, 15 Februari 2016

Menikahi Pemilik Senyum Bidadari

Dulu, salah satu daftar keinginanku adalah,
"Menikah dengan Si Pemilik Senyum Bidadari."

Well, ternyata Senyum Bidadari itu telah dimiliki oleh Ibu dan Adik-adikku.
Kukatakan seperti Bidadari, karena senyum itu diukir oleh orang-orang yang kusayangi.

Artinya; Aku ingin menikah dengan seseorang yang kucintai, kusayangi.
Yang mana bagiku, hanya dialah yang mampu tersenyum layaknya bidadari.

Meski ada yang berkata,
"Cintailah wanita yang engkau nikahi,
Bukan menikahi gadis yang kau cintai."

Tapi apa Ananda (kamu wahai pembaca) tau kenapa dulu aku menulis keinginan itu?
Alasannya cukup 'klasik';

Aku ingin menjadi seorang laki-laki pada umumnya; memperjuangkan apa yang sedang ia cintai, ia sukai, dan minati. Dengan sungguh-sungguh.
Agar tak ada penyesalan ketika hasil nanti tak berpihak pada harapan panjang laki-laki tersebut.

****
Pada waktu Dhuha. 
Kairo, 16 Februari 2016.
"Dan masih banyak permainan yang belum kuselesaikan."

Selasa, 09 Februari 2016

Keluh Kesahku

Setiap kali meninggalkan acara Ppmi, hati saya selalu resah. Mengingat, itu kan amanah. Sampai-sampai, dua kali saya meninggalkan undangan untuk mengerjakan hal lain, ketika itu pula saya tidak mendapatkan apa-apa dari hal lain tersebut. Miris.

Mengeluh. Saya terlalu banyak mengeluh belakangan ini. Bukan. Ternyata seluruh hidup saya terisi dengan keluh-kesah. Padahal sering saya jumpai orang-orang sukses yang tak banyak mengeluh dalam hidup mereka. namun sayangnya, perjumpaan itu hanyalah pertemuan singkat tak berbekas. Lalu aku tertinggal.

Baru-baru ini saya dipertemukan oleh seorang wanita. Rekan. Jodoh? Itu terlalu jauh kawan, sejauh perjalanan Sun Gho Kong mencari Kitab Suci ke Barat.

Intinya aku ingin bercerita tentang wanita yang seolah-olah Allah Swt menegurku dengan kehadirannya. Sesosok yang disipilin, menyerupai seribu laki-laki. Begitu para penyair arab menggambarkan wanita yang berjuang di garis depan tanpa rasa takut. Dan sangat jelas, syair tersebut untuk menghinakan laki-laki pengecut macam aku. Ah.

Udah, segitu aja ceritanya. Intinya, wanita tersebut hampir tak kudengar keluh-kesah darinya.

Lalu pindah ke pertanyaan, “Bagaimana rasa keluh-kesah bisa mereka atasi?”
Ditengah kesibukan padat dan benturan emosional yang melibatkan orang lain dalam aktivitas mereka?

Ternyata, sifat keluh kesah itu adalah ciptaan Allah swt dan manusia hidup dengan karakter dasar yang suka mengeluh!

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” 
(Q.S. AL Ma’arij, 70:19)

Ketika mengetahui ayat ini, terjadilah euphoria bahagia dan peluk-pelukan di antara para pengecut.

“Selamat kawan, ternyata kamu ditakdirkan menjadi pengecut.”

“iya, kamu juga. Selamat!” tangis haru pecah dan tiap orang merangkul kawan yang ada di dekatnya satu persatu.

Namun tiba-tiba hening, pertanyaan di awal kembali mencuat di kepala mereka.

“Bagaimana rasa keluh-kesah bisa mereka (orang sukses) atasi?”

Ternyata penjelasan tentang keluh kesah tak berhenti pada ayat nomer Sembilan Belas, masih ada ayat berikutnya yang berisi ‘pengecualian’. Dan para pengecut pun bermanyun panjang.

kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,” 
(Q.S. AL Ma’arij, 70:22)

Hingga ayat,

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” 
(Q.S. AL Ma’arij, 70:32)

seketika, dada yang sudah remuk oleh senyumanmu, kini hancur berkeping-keping. Malu.

****

Seperti Cut Pat Kai yang dihukum karena cinta, ia terus mengeluh selama perjalanan ke Barat. Mempermasalahkan penatnya perjalanan, tak bersemangat seperti yang lain, dan sering baper oleh wanita-wanita cantik yang tak menyukai wajah buruknya. Ya, dia sedang dihukum karena cinta.

Namun beruntungnya dia. Meski jauh, perjalanan ke Barat tetap berhasil ia selesaikan. Dan aku pun teringat pesan seorang rekan di awal perjuangan kami,

“If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.”

Namun sangat disayangkan, waktu itu aku memilih cepat dibanding jauh. Dan akhirnya tersesat.
*Ngeluh lagi ah.


10 Februari 2016,
diantara keluh kesah umur Dua Puluh Tigaku.

Catatan untuk Calon Istriku

Wahai calon istriku, jangan terlalu sering buka blog punya calon suamimu ini, ya.. Masa iya kamu sudah kenal dekat dengan aku sebelum kita resmi. Nanti sisi romantisnya hilang lho. wkwkwk


Sabtu, 06 Februari 2016

Hal yang Paling Sulit?

Ternyata, menjaga hati ini adalah hal yang sangat sulit saya lakukan dalam beberapa waktu ini.

Tiap kali mata terjaga hingga ia terkatup di penghujung malam, ada saja nama itu tersebut.
Tanpa malu, rasa itu memeras dada yang sudah terlalu rapuh untuk kembali menyimpan senyumannya. Bergemuruh dengan kuat, getarannya tajam. Menusuk relung hati terdalam.

saya bertanya-tanya, "Apa penyebabnya?"

Ah, tanpa rahmat-Mu ya Allah.. mata ini tetaplah rabun dari kebenaran, telinga tetap tuli, hati terkunci. Lalu, hanya kepasrahan kepada dzat-Mu yang maha suci lah tubuh dan jiwa ini kurubuhkan. Bersujud. Menghinakan diri.

Saya menyerahkan seluruh rasa Galau ini kepadamu, Ya Allah, Tuhan yang membolak-balikkan hati manusia.
Maka, biarlanlah hati ini terpaut dengan cinta-cinta yang memgarah kepadamu.
tautkanlah ia..

Tidak harus saat ini, juga tidak perlu terlalu lama. Namun yang paling utama adalah fokus. Fa Izaa faroghta fangsob.. wa ilaa Robbika farghob!

Rekan Baru

Alhamdulillah, bisa pulang juga ke kamar tercinta. setelah lama numpang tidur di rumah kawan dan nggak belajar. Maaf. heu
Genap sudah dua hari melalui pergulatan batin, ketika sampai asrama pingin banget langsung mulai belajar. Tapi apa daya... setiap mau cari buku muqoror, judul yang keluar dalam benak adalah namanya si do'i. 

Duh.. jadi dua hari ini saya ng'galauin si do'i dan mencoba mencari resep untuk bisa menerima perasaan ini (cieee) sampai nggak pulang rumah itu percuma donk. -_-!!

Setelah dipikir-pikir, kayaknya gw harus nulis! ng'lengkapin catetan perjalanan hidup gw dengan memperkenalkan rekan belajar baru di kamar asrama yang jauh dari peradaban manusia.
tadaa!

Rak Kayu baru tinggi

Penampakan sebelumnya

Kebetulan kudu nambah banyak refrensi untuk materi kajian, jadi Rak Kayu kecil udah teriak aja minta support dari kawannya,

"Help me, Gan! serangan buku-buku bekas Vang Vdur datang." Begitulah gw ngebayangin cara komunikasi mereka.
*Miris, kelamaan baca komik nih gw.

Yup, meski sekarang status saya udah demisioner dari kepengurusan Kajian Studi Informasi, tapi beban tanggung jawab untuk ng'bantu kepengurusan baru masih nyangkut di ujung idung pesek saya. (semoga calon istri saya nanti hidungnya mancung, untuk memperbaiki keturunan.)

oke, makin malem makin galau. udahan dulu deh.

***
Ujung Madinat Nasr, Zahro. 6 Februari 2016

Jumat, 05 Februari 2016

Selamat!

Oia, nggak mau lupa untuk hari ini.
"Kita masih punya mimpi itu kawan. jika bukan kita yang merasakan buah perjuangan ini, maka generasi setelah kita yang akan merasaknnya." Ucap bang Muttaqin.

Bersabar dengan sabar yang baik. :)
"Semoga kita bisa segera punya sekertariat."

Selamat buat gw yang udah jadi Demisioner.
Selamat buat saudara saya Salman Arif, Direktur SINAI. Semoga Allah Swt selalu menyertaimu.
Selamat buat Adik Miqdad, semoga bisa selalu menemani bang Salman.

Sinai @syathibi_Bawabat.. 5 Februari 2016
Dari jum'at Dua Puluh Tiga tahun silam hingga jum'at senja hari ini yang tak pernah lelah membisikkan kata cinta dikehidupanku.

Aku menyayangi kalian karena Allah. Inni uhibbukum fiLlah.

Resep Bahagianya Sudah Ditemukan

Kamu

Kamis, 04 Februari 2016

Saya Punya Masalah

Namun ternyata, orang lain punya masalah yang lebih besar dari saya.

Terima kasih bang Dayat atas nasihat malam ini.
"Jadi, masalah kita apa sih? Baper?" begitu ia menyindirku.

23. Semoga lebih baik.

Selasa, 02 Februari 2016

Lari dari Tanggung Jawab

Rasanya malu banget, dan nggak tau muka ini harus ditaruh di mana.
Yang lebih parah, diri ini masih saja mencari pembenaran. Dan ngerasa bener lagi. hadeh..

Bukan Waktu yang Sebentar

Akhirnya gw sadar, Dua tahun bukan waktu yang sebentar dan mudah untuk dilewati. Untuk mengejar Sembilan Target itu; pikiran harus jernih, usaha maksimal, dan manajemen waktu sebaik mungkin.

Terkait pikiran jernih... harus di landasi dengan jiwa yang kuat dan jauh dari kegalauan. 
Si Do'i cantik, pintar dan berkarakter.. tapi masih belum punya kamu. 

Fokus ke target, bukan si Do'i.