Dengan gombalnya, aku berkata kepada Ibu,
" Diam adalah bahasa cintaku. Percayalah! Sisi romantisnya adalah Tuhan sendiri yang menyampaikan isyarat itu langsung kepadamu, Ibu."
Entah bagaimana aku berani berkata bahwa 'diam' adalah suatu hal yg Romantis?!
Belakangan, aku ingat puisi saat kecil yang diajarkan dalam kelas bahasa Indonesia dulu;
"aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada."
Sapardi Djoko Damono.
***
Mungkinkah hati ini bisa menyampaikan isyarat itu kepadamu?
Aku rasa kau memerlukan waktu, akupun begitu..
Cita-cita kita tinggi, melebihi ratusan bahkan ribuan generasi.
Ada kata 'saling' untuk menjaga. Mengikuti aturan yang ada.
Al Qur'an dan As Sunnah sebagai panutan utama.
Tuhan, melalui cintaMu kutitip isyarat itu.
Kepada jodohku, aku mencintainya karenaMu.
25 Februari 2016
Kairo
" Diam adalah bahasa cintaku. Percayalah! Sisi romantisnya adalah Tuhan sendiri yang menyampaikan isyarat itu langsung kepadamu, Ibu."
Entah bagaimana aku berani berkata bahwa 'diam' adalah suatu hal yg Romantis?!
Belakangan, aku ingat puisi saat kecil yang diajarkan dalam kelas bahasa Indonesia dulu;
"aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada."
Sapardi Djoko Damono.
***
Mungkinkah hati ini bisa menyampaikan isyarat itu kepadamu?
Aku rasa kau memerlukan waktu, akupun begitu..
Cita-cita kita tinggi, melebihi ratusan bahkan ribuan generasi.
Ada kata 'saling' untuk menjaga. Mengikuti aturan yang ada.
Al Qur'an dan As Sunnah sebagai panutan utama.
Tuhan, melalui cintaMu kutitip isyarat itu.
Kepada jodohku, aku mencintainya karenaMu.
25 Februari 2016
Kairo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar