My Movements Trip.

Selasa, 09 Februari 2016

Keluh Kesahku

Setiap kali meninggalkan acara Ppmi, hati saya selalu resah. Mengingat, itu kan amanah. Sampai-sampai, dua kali saya meninggalkan undangan untuk mengerjakan hal lain, ketika itu pula saya tidak mendapatkan apa-apa dari hal lain tersebut. Miris.

Mengeluh. Saya terlalu banyak mengeluh belakangan ini. Bukan. Ternyata seluruh hidup saya terisi dengan keluh-kesah. Padahal sering saya jumpai orang-orang sukses yang tak banyak mengeluh dalam hidup mereka. namun sayangnya, perjumpaan itu hanyalah pertemuan singkat tak berbekas. Lalu aku tertinggal.

Baru-baru ini saya dipertemukan oleh seorang wanita. Rekan. Jodoh? Itu terlalu jauh kawan, sejauh perjalanan Sun Gho Kong mencari Kitab Suci ke Barat.

Intinya aku ingin bercerita tentang wanita yang seolah-olah Allah Swt menegurku dengan kehadirannya. Sesosok yang disipilin, menyerupai seribu laki-laki. Begitu para penyair arab menggambarkan wanita yang berjuang di garis depan tanpa rasa takut. Dan sangat jelas, syair tersebut untuk menghinakan laki-laki pengecut macam aku. Ah.

Udah, segitu aja ceritanya. Intinya, wanita tersebut hampir tak kudengar keluh-kesah darinya.

Lalu pindah ke pertanyaan, “Bagaimana rasa keluh-kesah bisa mereka atasi?”
Ditengah kesibukan padat dan benturan emosional yang melibatkan orang lain dalam aktivitas mereka?

Ternyata, sifat keluh kesah itu adalah ciptaan Allah swt dan manusia hidup dengan karakter dasar yang suka mengeluh!

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” 
(Q.S. AL Ma’arij, 70:19)

Ketika mengetahui ayat ini, terjadilah euphoria bahagia dan peluk-pelukan di antara para pengecut.

“Selamat kawan, ternyata kamu ditakdirkan menjadi pengecut.”

“iya, kamu juga. Selamat!” tangis haru pecah dan tiap orang merangkul kawan yang ada di dekatnya satu persatu.

Namun tiba-tiba hening, pertanyaan di awal kembali mencuat di kepala mereka.

“Bagaimana rasa keluh-kesah bisa mereka (orang sukses) atasi?”

Ternyata penjelasan tentang keluh kesah tak berhenti pada ayat nomer Sembilan Belas, masih ada ayat berikutnya yang berisi ‘pengecualian’. Dan para pengecut pun bermanyun panjang.

kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,” 
(Q.S. AL Ma’arij, 70:22)

Hingga ayat,

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” 
(Q.S. AL Ma’arij, 70:32)

seketika, dada yang sudah remuk oleh senyumanmu, kini hancur berkeping-keping. Malu.

****

Seperti Cut Pat Kai yang dihukum karena cinta, ia terus mengeluh selama perjalanan ke Barat. Mempermasalahkan penatnya perjalanan, tak bersemangat seperti yang lain, dan sering baper oleh wanita-wanita cantik yang tak menyukai wajah buruknya. Ya, dia sedang dihukum karena cinta.

Namun beruntungnya dia. Meski jauh, perjalanan ke Barat tetap berhasil ia selesaikan. Dan aku pun teringat pesan seorang rekan di awal perjuangan kami,

“If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.”

Namun sangat disayangkan, waktu itu aku memilih cepat dibanding jauh. Dan akhirnya tersesat.
*Ngeluh lagi ah.


10 Februari 2016,
diantara keluh kesah umur Dua Puluh Tigaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar