Hari ini ujian tulis Al-Qur'an. Ngga' tau pingin bilang apa, karena keluar ruang ujian pikiran langsung blank.. Terlalu banyak yang harus dijawab namun waktu yang diberi sangat singkat, bahkan aku tak ingat apa yang kutulis di ruangan tadi.
Jika mengingat waktu ujian Qur'an saat tingkat empat beberapa bulan lalu, aku menggunakan metode: "Catat semua awal ayat yang ada di soal sebelum memulai jawaban." Tapi hari ini tidak bisa begitu, dan aku beruntung membawa jam tangan ke dalam ruang ujian.
Hanya di soal pertama aku menggunakan metode Mencatat di Awal. Saat aku sadar hal itu menghabiskan waktu setengah jam lebih, akhirnya aku meninggalkan metode itu dan memilih resiko dengan kemungkinana 'ada ayat yang akan terlewat.' Karena jika tidak aku tinggalkan (metode tersebut), aku hanya akan mengerjakan empat soal saja, dengan kalkulasi:
Ada lima soal, dan waktu ujian dua jam. Jika satu soal yang kujawab dengan metode Mencatat di Awal menghabiskan waktu setengah jam; maka hanya empat soal yang terjawab.
Benar saja, setelah meninggalkan metode yang biasa kugunakan, ada satu ayat yang terlewat, namun beruntung masih ada waktu untuk memperbaikinya.
Namun yang lebih menyakitkan adalah; fokus kita saat di ruang ujian menyebabkan beberapa hal kecil kadangkala terlewatkan. Mungkin disebabkan terlalu tegang, juga persiapan yang belum matang.
___
Ada beberapa catatan yang bisa kusimpulkan.
1. Jangan menyepelekan perbuatan maksiat, sekecil apapun itu. Karena itulah yang menyebabkan hilangnya hafalan.
2. Pelajari Khot Rit'ah, yang mana dengan gaya penulisan ini akan membantu memaksimalkan waktu saat menjawab lembaran-lembaran soal.
3. Saat muroja'ah, fokus ke Al-Qur'an (begitulah disiplin ilmu yang lain). jangan sedikit-dikit mikirin jodoh yang belum berani dijemput. Hha..
***
"Langkah Awal di Jenjang Baru"
Semoga Allah Swt memberkahi setiap amal kita.
25 Agustus 2015. Madinta Zahro
Jika mengingat waktu ujian Qur'an saat tingkat empat beberapa bulan lalu, aku menggunakan metode: "Catat semua awal ayat yang ada di soal sebelum memulai jawaban." Tapi hari ini tidak bisa begitu, dan aku beruntung membawa jam tangan ke dalam ruang ujian.
Hanya di soal pertama aku menggunakan metode Mencatat di Awal. Saat aku sadar hal itu menghabiskan waktu setengah jam lebih, akhirnya aku meninggalkan metode itu dan memilih resiko dengan kemungkinana 'ada ayat yang akan terlewat.' Karena jika tidak aku tinggalkan (metode tersebut), aku hanya akan mengerjakan empat soal saja, dengan kalkulasi:
Ada lima soal, dan waktu ujian dua jam. Jika satu soal yang kujawab dengan metode Mencatat di Awal menghabiskan waktu setengah jam; maka hanya empat soal yang terjawab.
Benar saja, setelah meninggalkan metode yang biasa kugunakan, ada satu ayat yang terlewat, namun beruntung masih ada waktu untuk memperbaikinya.
Namun yang lebih menyakitkan adalah; fokus kita saat di ruang ujian menyebabkan beberapa hal kecil kadangkala terlewatkan. Mungkin disebabkan terlalu tegang, juga persiapan yang belum matang.
___
Ada beberapa catatan yang bisa kusimpulkan.
1. Jangan menyepelekan perbuatan maksiat, sekecil apapun itu. Karena itulah yang menyebabkan hilangnya hafalan.
2. Pelajari Khot Rit'ah, yang mana dengan gaya penulisan ini akan membantu memaksimalkan waktu saat menjawab lembaran-lembaran soal.
3. Saat muroja'ah, fokus ke Al-Qur'an (begitulah disiplin ilmu yang lain). jangan sedikit-dikit mikirin jodoh yang belum berani dijemput. Hha..
***
"Langkah Awal di Jenjang Baru"
Semoga Allah Swt memberkahi setiap amal kita.
25 Agustus 2015. Madinta Zahro