Waw.. besok sudah 17 Agustus-an aja, dan sudah berapa cerita
yang belum kusampaikan padamu. Sempat kucuri malam di antara malam-malam Syawal
untuk menapakkan kaki di tebing Bukit Sinai. Ataupun kembali menyelam di
pinggir Pantai, diDahab aku memperhatikan ikan-ikan bersembunyi di balik
terumbu karang. Hingga Rapat MPA-BPA PPMI yang benar-benar mengejutkanku.
Dua bulan ini aku juga menyibukkan diri pulang-pergi ke
kantor administrasi kuliyah. Meminta dan mengajukan berkas di sana banyak
menguras isi dompetku, bahkan di tengah bulan ini aku mulai dihantui dengan
beberapa lembar uang yang mungkin akan habis dalam dua-tiga hari ke depan.
Besarnya biaya pendidikan mulai mencekik daftar mewah makanan yang kubuat.
Ditambah cuaca panas yang selalu menyengat kulit coklatku, yang dulu berharap bisa seputih dan sekeren artis Korea, kini kulitku malah makin mirip
pemain bola Afrika, Ahahahha. Keputusan untuk tidak keluar rumah pada saat-saat
seperti ini harus aku klarifikasi, terlebih deadline pengurusan dokumen untuk
melanjutkan jenjang akademis di Magister Al-Azhar sangat mepet. Alhasil.. tak ada waktu buat ngerawat kulit coklatku yang mulai kemerah-merahan.
MERDEKA!
Rasa malas belakangan ini benar-benar memenjarakan tubuhku
dari segala aktivitas positif. Alih-alih menjadi insan yang produktif, akhirnya
aku terkapar di lantai masjid mengais-ngais hembusan kipas angin. Hadeeeeh
MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!
Saya benar-benar harus bebas dari segala macam rasa putus
asa, menjauhi maksiat, dan sabar dalam menapaki tangga-tangga kesuksesan. Tak ada
yang namanya jalan pintas, ladang yang lebat dengan sayur-mayur bermula dengan
menanam benih. Satu persatu lahan digarap, melawan penat, memaksakan lelah,
tanpa bosan menjaganya siang dan malam.
MERDEKA!
Aah, rasa kantuk ini harus terus kulawan. Sebentar lagi imtihan
Qobul (Ujian Masuk) Al-Azhar, mohon do’anya kawan.
____
Madinat Zahro, 16 Agustus 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar