Aku terkadang terlalu serius memikirkan beberapa hal,
terutama kalau menyangkut wanita. Bahkan masalah yang sepele bisa menjadi
besar, lebih-lebih jika itu berkaitan dengan kebangganku sebagai kaum adam.
Contoh kecilnya ketika aku duduk di dalam Bus, lalu ada
wanita berdiri tepat di samping. Normalnya akau akan langsung memberikan bangku
tersebut, tapi berhubung cuaca panas dan jarak yang ditempuh sangat jauh; hanya
ibu-ibu sampai wanita baya saja yang kuberikan, sedang para remaja dan gadis
hanya kuberi Ghodul Bashor aja.. hahaha, maaf kita nggak jodoh.
Dan entah kenapa, laki-laki terlalu sering mencari alasan
untuk memulai obrolan dengan wanita. Meski saya tak pernah melakukan survey,
tapi selaku makhluk normal saya mengkategorikan pengalaman yang saya dapat ini
umum dilakukan oleh makhluk yang bernama laki-laki. Meski nama saya
Abdurrahman.
Hal yang belakangan ini saya alami namun tidak terlalu
penting untuk dipermasalahkan adalah; Jabatan baru saya sebagai badan perwakilan
anggota di sebuah organisasi.
Bisa saja saya memilih pasif dan tidak merespon setiap
pertanyaan maupun permintaan, dan setelah melewati beberapa masa merekapun nantinya
akan terbiasa dengan ketidakhadiran saya. Hal ini saya pelajari dari beberapa
kawan yang sudah berpengalaman.
Tambahan aja, hal lain yang saya pelajari dari mereka
adalah; Jangan beralasan ketika tidak bisa melakukan sesuatu. Cukup berkata ia
atau tidak ketika diminta, bahkan ketika terlambat.
“Maaf, saya terlambat.” Cukup, jangan ditambahkan kalau ban
mobil kamu di jalan bocor. Karena apapun alasan yang kamu berikan, mereka hanya
mencatat kamu sebagai orang yang terlambat hadir.
Namun anehnya, alasan-alasan seperti inilah yang sering saya
gunakan untuk memulai obrolan dengan wanita. So girls, silahkan cuekin
saya setelah kamu baca tulisan ini. Meski saya menangis di hadapanmu sampai satu
bak air mandi terisi dengan air mata, jangan percaya! Kan kalian tahu kalau
laki-laki itu; Buaya Darat. :P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar