My Movements Trip.

Senin, 31 Oktober 2016

Sesuatu yang Menjadi Kenangan

Mendengar kabar baik, kabar sedih, bahkan pada momen yang sama mengalami kebaikan dan kehilangan; memberi kita kesempatan untuk belajar bersikap. Belajar memahami hidup yang sedang dijalani.

Pada saat yang sama, ketika semua itu terjadi
waktu tidak berhenti.

Semua yang terlewat menjadi kenangan.
"Aku bahkan belum menghafal merk hape samsung-ku."

Pada momen berikutnya, 
kabar kedatangan membuatku senang.

Berikutnya, seorang putra
dipanggil oleh Penciptanya.

Lalu, aku harus bersiap ke perpustakaan.
Belajar. Mengerjakan tugas.

Setelah selesai, tugas-tugas itu menjadi kenangan.
Sama seperti momen kebaikan, kehilangan dan kabar lainnya.

Semua menjadi kenangan,
pijakan untuk melangkah.
sebagai motivasi.

Lalu sikap kita terhadap kenangan-kenangan ini
kelak dipertanggugjawabkan pada Tuhan.

"Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu
yang bersabar dan penuh syukur."

Selasa, 25 Oktober 2016

Jadi Anak Jakarta "Galeri"

Kemarin sepulang kuliah malam, pingin banget share foto, kirim email, tidur
cepet, dan paginya berangkat ke perpustakaan sambil bawa laptop. Tapi kunci kamar hilang. Akhirnya agenda batal semua.

tapi Alhamdulillah, sore tadi pintu berhasil dibuka dan kunci terpaksa diganti. khair InsyaAllah.

berikut fotonya:
Dari makan-makan sebelum pulang, Car Free Day di bundaran HI, sampai jalan keliling jakarta sekekdar nanya, "Bapak/ibu milih siapa?"


























Kamis, 20 Oktober 2016

Senin, 17 Oktober 2016

Gara-gara kamu

Senang bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Kadang senyam-senyum sendiri, bingung tapi gregetan.

Nyiapin makalah, nyambil ikut main bareng abang.
Aish, ga ketinggalan ikut ngerjain survey bareng uni.
kangen sama dunia jurnalistik.

di rumah alhamdulillah, kakak umi saya suka banget masak.
Persis kayak umi, kami biasa memanggilnya "mamah"
dan sebagai laki-laki yang baik, aku harus makan dengan lahap masakan mamah donk.

Pipi udah mulai tembem.
masih tidak teratur olahraganya.


***

udah pertengahan Oktober.
belum dapet kerjaan yang bisa mengisi waktu kosong.
nah, baru sadar selama ini manja banget.

wajar sih, tidur tiga jam masih belum cukup.
kebanyakan main. waduh!
belajar masih susah. --_--

tapi berhenti?
ga ga ga.
dicoba dulu. diteruskan!
meski tambah sering senyam-senyum sendiri,
bingung tapi gregetan.


***

Hai, Kubah Kuning Al-Quds tercinta,
apa kabarmu?
maaf kan aku, udah keseringan absen mikirin kamu.

Rabu, 05 Oktober 2016

Peran Sang Ayah?

Dikisahkan bahwa, sejak Muhammad Al-Fatih lahir, Sang Ibu membawanya pergi ke luar istana dan berdiri di sebuah tebing yang menghadap ke arah konstantinopel. Sambil berkata,

"Wahai anakku, di sana terdapat Kota Konstantinopel. Dan Rasulullah Saw bersabda, Konstantinopel itu akan ditawan oleh tentara Islam. Raja yang menaklukkannya adalah sebaik-baik raja, dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara. Ketahuilah anakku, engkaulah orangnya."

Mulai dari gendongan hingga bisa berjalan, sang ibu terus membawa Muahmmad Al Fatih ke tebing itu dan membacakan hadits Nabi tadi.

Tidak lah wanita itu tahu, bahwa Hadits itu Allah Swt Siapkan untuk anaknya. Namun harapan dan do'a yang terus ia bisikkan kepada Al Fatih, atas izin-Nya menjadi sebuah jalan bagi Sang Penakluk Konstatinopel untuk membuka tabir dari Takdir yang akan ia lalui.

Tapi di mana peran sang Ayah?

Salah satunya, sejak ia memilih ibu yang baik untuk anaknya.

Kamis, 6 Oktober 2016.