My Movements Trip.

Jumat, 30 Mei 2014

Catatan Sore, H-2 Ujian Ushul Fiqh.

Ajaib, ternyata waktu senggang telah melalaikanku. Sepuluh hari jeda waktu yang kami miliki mulai 22 Mei hingga 31 Mei; tidak dapat digunakan dengan semaksimal mungkin.

Waktu libur panjang yang kami dapati ini; disebabkan Pemilu Presiden yang sedang berlangsung di Mesir pada tanggal 25 dan 26 Mei. Hal ini memang memberikan waktu lebih untuk mempersiapkan pemahaman yang masih berantakan, lantaran kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung pada fase musim panas ini terhitung sangat sedikit, dan terlalu terburu-buru. Namun alhamdulillah, hal itu tidak menyurutkan semangat para penuntut ilmu.

Jangan khawatir kawan, keadaan yang tidak tenang pasca kudeta yang dilanjutkan pencalonan si komandan kejam tak terlalu mengganggu rutinitas belajar kami. Setidaknya kesadaran kami akan kondisi Mesir yang memang tidak stabil membuat kami lebih tangkas menyusun tugas.

Saya yang notaben-nya belum pernah merasakan kondisi perkuliyahan di Indonesia, tidak bisa membandingkan perbedaan apa saja yang membuat tempat saya berkuliyah di Mesir ini terlihat keren di mata para pembaca, begitupula persamaan-persamaan yang mungkin bisa kita bahas untuk perbandingan dengan kalian.

Tapi setidaknya, musim panas yang sudah memasuki panas setinggi 40 derajat memaksa kami lebih sering memeluh keringat. meski harus berhadapan dengan soal-soal ujian super ketat, tapi kami diberi kelebihan waktu siang yang juga super panjang. meski tak ayal, waktu pagi yang sejuk sering menggoda kami untuk lebih sering terlentang di atas kasur bertumpuk.

Ujian kali ini insyaAllah akan terus berlangsung sampai 8 Juni, lalu dilanjutkan Ujian Lisan yang masih belum dipastikan waktunya.

Oia kawan, jangan sungkan-sungkan untuk memberi dukungan kepada kami ya, meski terkadang banyak mainnya, tidurnya, candanya. InsyaAllah tetap, kami akan terus berusaha untuk menjadi pemikul beban masa depan bangsa. Maka do'a kalian adalah sesuap harapan yang akan melangsungkan semangat kami untuk bisa cepat selesai di bangku perkuliahan ini.

Dan juga, Indonesia di ujung peralihan kepemimpinan.

Kami mohon pilihlah pemimpin yang baik, jujur, dan amanah, yang memiliki ketegasan dan kekuatan untuk membangun Indonesia kedepan. Dia yang tidak mengekor kepada pihak asing, apalagi menjadi boneka untuk melanjutkan permainan mereka.

Karena kami tidak ingin pulang hanya untuk dihinakan sebagaimana yang terjadi di Negeri tempat kami sedang menuai ilmu agama ini.

Kalaupun kalian memilih bukan untuk kami, setidaknya pilihlah demi orang-orang yang kalian cintai, yang sedang kalian cintai saat ini, atau di saat yang akan datang nanti.



Oh iya, saya lagi persiapan ujian, pamit dulu ya kawan!
Saya sih pilih Pak Prabowo, kalo kamu?

Sore di Darrasah, 30 Mei 2014.

Minggu, 11 Mei 2014

(Aku Kira) Ini Salahmu

Aku kira, aku bisa saja melupakanmu..
namun tidak begitu, jika langit tetap saja biru,
atau jika diri ini tidak juga berhenti menggerutu,
aku kira semua ini salahmu.

ya, tak mungkin aku terus menyalahkan langit kan?
meski dalam naungannya ia terus menampakkan sileut wajahmu,
meski dalam pendar cahayanya ia mengingatkan kehangatan tawamu.

terkadang gerutu ku, juga ku arahkan kepada sang rembulan,
"payah, tak bisakah kau berhenti tersenyum mengejekku"

atau kepada desahan angin yang sering menerobos jendela kamarku,
"Oh.. berhenti kau sebut nama itu."

Jujur, ingin saja ku lupakan namamu,

hingga akhirnya suatu waktu aku duduk di hadapan ayahmu
mengucapkan lafadz, "Qobiltu"

tapi aaahhh...
lagi-lagi gerutu ku ingin kusampaikan kepada sang waktu,
"Kelamaan, kapan kau akan menghampiriku?"

--- Namun ku urungkan niatku, takut dijawab oleh sang waktu,
 "Emang isi dompet lo berapa?"

Hussain, 5.11.14