Musim panas perdanaku,
Aku hanya bisa senyum-senyum kebingungan, bagaimana tidak? Ketika
mata terbuka, kulihat jam telah menunjukkan pukul 8 pagi! Berkah pagi kelewat,
padahal semalam aku sudah tidur lebih cepat dari biasanya. Langsung kusikat
peralatan mandi dan tergopoh-gopoh ke dapur ke kamar mandi. aku tahu kalau kuliyah pasti akan terlambat.
Di lorong menuju kamar mandi keajaiban terjadi, kehangatan musim semi mencubit leher, punggung dan dadaku yang masih terlilit pakaian musim dingin. Panas! segera kuberlari memastikan adegan keterlambatanku di kamar mandi segera selesai.
08.30
Kacau! makanan yang kusimpan semalam basi.. argh, buku hari ini! belum kumasukkan dalam tas. setelah mendapatkan seonggok snack sisa semalam, segera kulahap dalam beberapa hentakan. Tangan yang lain sibuk menyiapkan buku pelajaran. Selesai segala urusan, aku kembali berlari
08.45
Lima menit kutunggu bus, tak banyak pilih, kuambil bus yang karcisnya lebih mahal dari angkutan yang biasa digunakan. Kosong. Sambil menghitung estimasi waktu yang akan kuhabiskan dalam perjalanan, aku mencari bangku di pojok.
Sholat Subuh! alhamdulillah udah. Hhe
09.27
Aku turun dari bus di perempatan jalan yang masih sekitar 300 meter dari daerah kuliyah. Matahari pagi menelisik ke dalam kulit-kulit coklatku. Anginnya berhembus sambil membisikkan,
"Selamat datang, pemalas!"
Lari. Aku berlari menuju kelas musim panasku.
-------
@Madinet_Zahro, 29 Maret 2015