"Pemahaman itu seperti cinta,
tidak bisa dipaksakan."
-Fiki
Begitulah kawanku berkomentar ditengah diskusi membahas madah Ushul Fiqh yang saat itu akan segera diujikan, kami semua tersenyum dan tertawa oleh celetukannya yang ringan.
Lalu,
Ushul Fiqh selesai.
Bersyukur, meski pahit rasanya tidak bisa menjawab dengan baik, setidaknya usaha sudah maksimal, ya maksimal dalam kategori orang malas seperti saya sih.
Berbicara tentang rasa malas, saya pun punya alasan untuk menjadi orang malas, setidaknya agar orang rajin terus eksis di dunia ini. Bisa kalian bayangkan kalau di dunia ini tidak ada orang malas seperti saya?
Begitu pula tentang cinta, orang malas seperti saya hanya bisa berandai tanpa berusaha, tentu jika usaha dalam meraih cinta diartikan dengan seperti ini; berjalan ke rumah calon mertua - lalu bertanya, "Boleh saya melamar anak bapak."
Tapi memang nasib bujang berkepala-dua, yang ada juga malah senior yang bertanya,
"Kapan nikah broh?"
"Gimana? calonnya masih mau nunggu ngga'?" dan yang lebih horor.
"Ngga' takut calonnya direbut orang?"
Namun kecerdasan memang sengaja Tuhan anugrahkan kepada saya, hidup dibelakang para pendahulu yang selalu diam ketika ditanya soal nikah, akhirnya saya tumbuh menjadi seorang lelaki yang jago berkilah,
"Dua tahun lagi, InsyaAllah."
Fiki, nama kawanku yang mengatakan "Pemahaman itu seperti cinta" memang bukan seorang yang sembarangan. Diantara kita yang masih bujang, beliau adalah sesosok laki-laki gagah yang sudah siap menikah, proposalnya pun sudah diterima oleh pihak sebelah.
Setidaknya materi Ushul Fiqh yang sedang kami pelajari makin menguatkan kata-kata Fiki, 'Adalatur Rawi adalah syarat mutlak dalam penyampaian Khabarul Wahidi.
'Adalatur Rawi adalah sifat yang mencerminkan keadilan dari seorang Rawi (penyampai berita), dan sebagian besar ulama berpendapat...........bla.bla..bla..
Intinya, berita yang disampaikan Fiki bisa kita terima, dan setidaknya secara kaidah Mafhum Mukholafah; kita mengetahui bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan seperti memahami pelajaran Ushul fiqh. (apalagi mencoba paham saat satu jam sebelum ujian dimulai)
Jadi, kamu yang duduk disana, tenang aja ya..
Darrasah, 6 Juni 2014.