Dan diantara manusia, ada yang tenggelam dalam anggapan orang lain terhadap dirinya.
Mereka mengira bahwa dunia sudah sangat tidak adil, seluruh orang melemparkan tuduhan yang tidak benar atas reputasi baiknya, menyalahkan takdir yang tidak bisa ia hindari, takdir menjadi wanita, takdir terlahir sebagai orang miskin, atau sebagai anak yang tidak berayah.
Lalu mereka berandai-andai, andai aku tidak seperti itu, andai aku terlahir sebagai orang normal, andai aku terlahir sebagai orang kaya, andai sebagai ini, andai sebagai itu.
Lalu mereka lupa bahwa tuhan merekalah yang menciptakan takdir itu, apakah mereka hendak menyalahkan ketentuan tuhan atas yang demikian itu?
Tidak!, tentu tidak pantas sebuah ciptaan menyalahkan penciptanya, terlebih lagi ketika hakikat penciptaan itu adalah untuk penghambaan, untuk uji kelayakan, untuk uji kepantasan; apakah pantas hamba tersebut memasuki surga yang diisi begitu banyak macam kenikmatan.
Maka jika hakikat penciptaan ini adalah sebuah tantangan, maka wajar saja jika pencipta mereka berkata,
إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ
Darrasah, 11 Juni 2014.
Mereka mengira bahwa dunia sudah sangat tidak adil, seluruh orang melemparkan tuduhan yang tidak benar atas reputasi baiknya, menyalahkan takdir yang tidak bisa ia hindari, takdir menjadi wanita, takdir terlahir sebagai orang miskin, atau sebagai anak yang tidak berayah.
Lalu mereka berandai-andai, andai aku tidak seperti itu, andai aku terlahir sebagai orang normal, andai aku terlahir sebagai orang kaya, andai sebagai ini, andai sebagai itu.
Lalu mereka lupa bahwa tuhan merekalah yang menciptakan takdir itu, apakah mereka hendak menyalahkan ketentuan tuhan atas yang demikian itu?
Tidak!, tentu tidak pantas sebuah ciptaan menyalahkan penciptanya, terlebih lagi ketika hakikat penciptaan itu adalah untuk penghambaan, untuk uji kelayakan, untuk uji kepantasan; apakah pantas hamba tersebut memasuki surga yang diisi begitu banyak macam kenikmatan.
Maka jika hakikat penciptaan ini adalah sebuah tantangan, maka wajar saja jika pencipta mereka berkata,
إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ
"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal
saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ
Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
(Al-Hajj, Surat 22: ayat 14)
Dan tatkala telah menjadi sunnatullah bahwasannya kebenaran akan selalu mempunyai lawan, aku katakan:
Ayo semangat kawan, hidup itu tidak sesempit pandangan orang. terlebih lagi jika jalan yang kita pilih ini memang mengundang banyak gunjingan, duri dan kebencian orang-orang yang tidak suka kepentingannya digoyang.
Maka berbahagialah kalian, karena jalan ini adalah jalan yang dilalui oleh para anbiya. Dan berbahagialah, karena dengan jalan inilah kalian juga akan dipertemukan oleh para pemikul risalah kebenaran.
Sekali lagi berbahagialah kalian, karena dengan kebahagiaan itu akan menutupi semua luka dan penderitaan.
******
Tulisan tentang hidup melebihi perspektif orang lain adalah bentuk ajakan untuk menjadikan "Suatu kebaikan yang dianggap salah oleh orang lain" ataupun sebaliknya; sebagai tantangan untuk segera diperbaiki.
فهل من مجيب؟؟
maka adakah yang mau menjawab ajakan ini?
Darrasah, 11 Juni 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar