My Movements Trip.

Jumat, 06 Juni 2014

(Puisi) Aku dan Ambisi Semuku

Aku,
dan ambisiku
membuat harapan itu 
kian menjauh.

Dua tempat yang tidak dekat,
diiringi satu keinginan yang kuat.

Kasih, 
dalam genggaman tanganku
ada sebuah keinginan yang membisu,
ia perlu mulut untuk berseru.

Juga,
terkadang ia buta
maka berilah ia mata;
untuk meilhat getirnya dunia.

Aku,
dan ambisiku
membuat harapan itu...

Ahhh... setelah banyak ia berseru,
kini malah ia memusuhiku.

Matanya tajam menatapku
katanya ambisiku adalah semu.

Kasih,
kini banyak ia berbicara tentang ini dan itu
pemeran utamanya adalah kamu
tokoh antagonisnya adalah aku.

Ia sebut aku pelacur dunia,
katanya "Jangan kau tolak itu lupa."

"Kau sebrangi itu samudra,
tapi lupa dari tujuan semula."

Meski di dalam genggamanku,
ia terus mengomel tentang ini dan itu
pemeran utamanya adalah kamu
tokoh antagonisnya adalah aku.

Aku, dan ambisiku
membuat harapan itu kian menjauh
maka maafkanlah aku
untuk sekali dan seumur hidupku.


Darrasah, 6 Juni 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar