Dulu, salah satu daftar keinginanku adalah,
"Menikah dengan Si Pemilik Senyum Bidadari."
Well, ternyata Senyum Bidadari itu telah dimiliki oleh Ibu dan Adik-adikku.
Kukatakan seperti Bidadari, karena senyum itu diukir oleh orang-orang yang kusayangi.
Artinya; Aku ingin menikah dengan seseorang yang kucintai, kusayangi.
Yang mana bagiku, hanya dialah yang mampu tersenyum layaknya bidadari.
Meski ada yang berkata,
"Cintailah wanita yang engkau nikahi,
Bukan menikahi gadis yang kau cintai."
Tapi apa Ananda (kamu wahai pembaca) tau kenapa dulu aku menulis keinginan itu?
Alasannya cukup 'klasik';
Aku ingin menjadi seorang laki-laki pada umumnya; memperjuangkan apa yang sedang ia cintai, ia sukai, dan minati. Dengan sungguh-sungguh.
Agar tak ada penyesalan ketika hasil nanti tak berpihak pada harapan panjang laki-laki tersebut.
****
Pada waktu Dhuha.
Kairo, 16 Februari 2016.
"Dan masih banyak permainan yang belum kuselesaikan."
"Menikah dengan Si Pemilik Senyum Bidadari."
Well, ternyata Senyum Bidadari itu telah dimiliki oleh Ibu dan Adik-adikku.
Kukatakan seperti Bidadari, karena senyum itu diukir oleh orang-orang yang kusayangi.
Artinya; Aku ingin menikah dengan seseorang yang kucintai, kusayangi.
Yang mana bagiku, hanya dialah yang mampu tersenyum layaknya bidadari.
Meski ada yang berkata,
"Cintailah wanita yang engkau nikahi,
Bukan menikahi gadis yang kau cintai."
Tapi apa Ananda (kamu wahai pembaca) tau kenapa dulu aku menulis keinginan itu?
Alasannya cukup 'klasik';
Aku ingin menjadi seorang laki-laki pada umumnya; memperjuangkan apa yang sedang ia cintai, ia sukai, dan minati. Dengan sungguh-sungguh.
Agar tak ada penyesalan ketika hasil nanti tak berpihak pada harapan panjang laki-laki tersebut.
****
Pada waktu Dhuha.
Kairo, 16 Februari 2016.
"Dan masih banyak permainan yang belum kuselesaikan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar