My Movements Trip.

Selasa, 22 September 2015

“Jika bertemu Tuhan, ia bahagia dengan puasanya.”

Seorang anak kecil pulang dari sekolah membawa raport. Setelah membuka pintu dan menaruh sepatu di rak, bocah itu berlari menuju dapur mencari sesosok wanita yang terus dipikirkannya sejak bel tanda akhir sekolah berbunyi. Sambil mengelap peluh di dahi, ia melewati ruang makan dan mendapati seorang wanita paruh baya sibuk mengiris bawang.

“Ibu, adik juara satu di kelas.” Ucap si kecil membuat kaget sang ibu.

Anak kecil yang sedari tadi menyodorkan raport, mendapati ibunya menoleh sambil tersenyum bahagia. Dengan cekatan, wanita itu membuka kulkas dan menyiapkan segelas sirup warna orange.

“minumlah, nak. Kamu pasti haus. Nanti kita tagih janji ayah yang akan membelikanmu sepeda.” Bisik sang ibu meyakinkan.

Si kecil menyeringai puas. Ia begitu senang dengan hasil jerih-payah selama satu tahun lalu. Sambil membayangkan bersamaa sang ayah pergi ke toko sepeda, ia pergi ke kamar membersihkan diri dan mengganti baju. Senyuman tak pernah lepas dari wajahnya.

**

Semoga di akhirat ketika bertemu dengan Tuhan kelak, sambil bahagia kita akan berkata, “YA Allah, dulu kami berpuasa karena-Mu."


روى عن أبي هريرة, أنّ رسول الله صلى الله عليه و السلام قال:
"للصائم فرحتان يفرحهما إذا أفطر فرح بفطره و إذا ألقي ربه فرح بصومه"

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagian yang ia berbahagia dengan kedua hal itu. Ketika berbuka, ia bahagia karenanya. Dan Jika bertemu Tuhan, ia bahagia dengan puasanya.”

Wallahu'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar