Seorang anak kecil pulang dari sekolah membawa raport. Setelah
membuka pintu dan menaruh sepatu di rak, bocah itu berlari menuju dapur mencari
sesosok wanita yang terus dipikirkannya sejak bel tanda akhir sekolah berbunyi. Sambil mengelap
peluh di dahi, ia melewati ruang makan dan mendapati seorang wanita paruh baya sibuk mengiris
bawang.
“Ibu, adik juara satu di kelas.” Ucap si kecil membuat kaget
sang ibu.
Anak kecil yang sedari tadi menyodorkan raport, mendapati
ibunya menoleh sambil tersenyum bahagia. Dengan cekatan, wanita itu membuka
kulkas dan menyiapkan segelas sirup warna orange.
“minumlah, nak. Kamu pasti haus. Nanti kita tagih janji ayah
yang akan membelikanmu sepeda.” Bisik sang ibu meyakinkan.
Si kecil menyeringai puas. Ia begitu senang dengan hasil
jerih-payah selama satu tahun lalu. Sambil membayangkan bersamaa sang ayah
pergi ke toko sepeda, ia pergi ke kamar membersihkan diri dan mengganti baju. Senyuman
tak pernah lepas dari wajahnya.
**
Semoga di akhirat ketika bertemu dengan Tuhan kelak, sambil
bahagia kita akan berkata, “YA Allah, dulu kami berpuasa karena-Mu."
روى عن أبي هريرة, أنّ رسول الله صلى الله عليه و السلام قال:
"للصائم فرحتان يفرحهما إذا أفطر فرح بفطره و إذا ألقي ربه فرح
بصومه"
“Bagi orang yang
berpuasa ada dua kebahagian yang ia berbahagia dengan kedua hal itu. Ketika
berbuka, ia bahagia karenanya. Dan Jika bertemu Tuhan, ia bahagia dengan
puasanya.”
Wallahu'alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar