ALhamdulillah, sore ini dauroh terjemah berita di Markas Sinai selesai, kaget juga udah sampai tanggal 8 Oktober, entah kapan saya terakhir nulis di sini. Mikirin malem yang begitu cepat berlalu dari samping tempat tidurku, ataupun siang yang tiba-tiba nyelonong kabur lewat jendela kamar, membuat ku terheran-heran sudah berapa lama aku melupakan kampung halamanku. Entah berapa lama lagi aku akan menghabiskan sisa-sisa umurku di negeri penuh pasir ini, sambil terus menyimpan rasa rindu yang mulai mengkristal seiring datangnya musim dingin, aku ingin menyumpal air mata ini yang mulai susah kering.
Ah, rinduku adalah rindu seorang anak, rindu seorang kakak, rindu seorang cucu, namun ini bukanlah rindu pungguk kepada bulan, dimana rindu yang tak berbalas karena perbedaan martabat. Namun rindu ini adalah rindu yang lebih agung dari penggalan pepatah itu, karena rindu ini tercipta berkat takdir yang maha kuasa, takdir yang memerintahkan kita untuk berpisah demi menegakkan sebuah kalimat "La Ilaha illallah."
Allahumma 'arinal haqqo haqqo, warzuqnattiba'a..
Thanks to Alfa 'Umar.^^
Ah, rinduku adalah rindu seorang anak, rindu seorang kakak, rindu seorang cucu, namun ini bukanlah rindu pungguk kepada bulan, dimana rindu yang tak berbalas karena perbedaan martabat. Namun rindu ini adalah rindu yang lebih agung dari penggalan pepatah itu, karena rindu ini tercipta berkat takdir yang maha kuasa, takdir yang memerintahkan kita untuk berpisah demi menegakkan sebuah kalimat "La Ilaha illallah."
Allahumma 'arinal haqqo haqqo, warzuqnattiba'a..
Alhamdulillah
Jayyid ^^
Selfie bareng teman seperjuangan @Sinai saat Idul Fitri
Bersama Murobbi saat idul fitri
Makan bakso bersama kawan rumah dulu ketika masih jadi anak baru :D
Bersama para relawan KNRP
Dafik, Lc. mendahului kami.
Bersama di tingkat akhir menyusul Dafik, Lc.
Melupakan momentum liburan pasca imtihan Al-Azhar!!
Berdiri dengan orang yang berlibur di Markaz Nil
Foto setelah imtihan akhir di Markaz.. :)
Thanks to Alfa 'Umar.^^












Tidak ada komentar:
Posting Komentar