My Movements Trip.

Selasa, 14 Oktober 2014

"Barangsiapa yang Tidak Merasakan.."

Dalam sebuah kaidah bahasa Arab, ada yang namanya "Adawatu as-Syartiyyah," yaitu mengawali sebuah susunan kalimat dengan kata bersyarat.
Dan ada juga "Jawabus Syart." yaitu mengakhiri sebuah kalimat bersyarat dengan susunan kalimat baru yang merupakan jawaban dari syarat tersebut.

Contohnya: 
(Syarat) Barangsiapa, (Jawab) Maka. 
BARANGSIAPA bersungguh-sungguh dalam belajar, MAKA ia akan Sukses.

Atau, (Syarat) Dimanapun, (Jawab) Akan
DIMANAPUN pengangguran meluas, AKAN meningkatlah kejahatan disana.



***

Entahlah mungkin ini sebuah keajiaban. Jadi begini, ada sebuah sya'ir yang menggunakan kaidah Adawatu as-Syartiah ini yang akhirnya memberikan motivasi kepada saya.

و من لم يذق مرّ التعلّم ساعة
Barangsiapa yang tidak merasakan pahitnya menuntut ilmu walau hanya sebentar

تجرّع ذلّ الجهل طول حياته
Ia akan meminum hinanya kebodohan sepanjang hidupnya


(من): Barangsiapa,  yang merupakan Adawat Syartiyah, membutuhkan jawaban yang akhirnya dijawab oleh sang penyair dengan:

تجرّع ذلّ الجهل طول حياته
Ia akan meminum hinanya kebodohan sepanjang hidupnya

Karena jika tidak diiringi jawaban kalimat bersyarat itu akan 'sia-sia', maka menjawab kalimat bersyarat hukumnya wajib.


****
Nah, saat dimana saya memahami kaidah ini, kata-kata sang penyair tiba-tiba meresap ke dalam jiwa, dengan terus terngiang; Ia akan meminum hinanya kebodohan sepanjang hidupnya

Well, ini baru sekedar kaidah Nahwu yang akhirnya berhasil saya pahami, bagaimana dengan Balaghoh?! Yup, hari ini saya berhasil memasuki kelas Ilmu Bayan, sebuah kelas yang akan kembali mengorek keindahan-keindahan sastra Arab, termasuk keindahan segi bahasa Al-Qur'an yang menjadi mukjizat Sang Nabi akhir zaman.



 *****
Istana Peradaban, 14 oktober 2014.

Imam Syafi'i berkata,
 إصبر على مرّ الجفاء من معلّم    فإنّ رسوب العلم في نفراته
و من لم يذق مرّ التعلّم ساعة    تجرّع ذلّ الجهل طول حياته
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar