Para
mujahid,
Hampir
satu tahun ini, setiap kali aku teringat kata 'Sinai', entah mengapa aku sering
teringat segerombolan mujahidin yang dengan gagah perkasa melakukan ekspedisi
menuju Palestina. ya, kala itu revolusi telah meletus di sana, melawan
orang-orang Yahudi yang sangat keras kepala, yang ingin menguasai bumi suci
Palestina.
Dan
jalur ekspedisi itu melalui Sinai,
Di
tengah pembiokotan pemerintah setempat yang telah bersekongkol dengan para
Zionis keparat, para mujahidin itu melakukan tipu-daya dengan beralasan ingin
melakukan rihlah di Sinai sana. namun rihlah itu terus berlangsung hingga
menapakkan kaki mereka di Bumi Palestina.
Jalan
cerita bagi para pahlawan tidak selalu bertebar bunga, meskipun mereka berhasil
menghalau serangan pertama dari para penjajah, namun mereka kembali ke negara
mereka disambut dengan penangkapan-penangkapan yang membabi-buta.
Aku
ingin rihlah kesana,
Selalu
begitu, keinginanku untuk berjalan-jalan ke tempat-tempat bersejarah di Mesir
sangat tinggi, Sinai salah satunya. Namun sebutlah aku orang yang sangat ‘freak’,
keterikatanku dengan target-target yang kucoret 5 centimeter di depan mataku
begitu tebal, apalagi kalau sudah menyangkut duit, duit, dan duit.
Mengkhayal,
Alhamdulillah,
merupakan kata yang kuucapkan atas nikmat yang Allah berikan berupa khayalan,
angan-angan dan impian. Sebutlah khayalan, karena dengannya aku bisa sampai di
suatu tempat sebelum aku benar-benar menapakkan kedua kakiku disana.
Realitas,
Setidaknya,
kedua kakiku kelak akan menjelajah di tempat-tempat itu. ‘Setidaknya’ dan aku
sedang berusaha.
30 Januari 201(4). Qasr el-Chok.
Selamat untuk kawan-kawanku yang telah kembali dari Sinai, rihalah sa'idah insyaAllah. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar