My Movements Trip.

Selasa, 14 Januari 2014

Pahatan Motivasi: Setengah jalan.

Fyuuh, alhamdulillah, selesai juga.

Selepas beres-beres tuk persiapan liburan, akhirnya aku bisa menuliskan beberapa momen-momen indah semasa ujian termin satu ini, namun dalam coretan ini, aku ingin meringkas beberapa kutipan motivasi yang berhasil aku pahat di dinding kamarku.

Motivasi bagiku adalah sebuah rekan perjuangan, ia menjelma bagaikan tangan-tangan yang menarik tubuh ini saat ia sering kali tersungkur di jurang kemalasan. Layak untuk diingat bahwa manusia merupakan makhluk social, khilaf sering terjadi, lupa adalah keniscayaan, walau bisa memiliki impian yang jauh tinggi menjulang, namun semua hal itu dibatasi dalam sebuah bentuk dan ruang, kadar kekuatan dan jumlah waktu yang seharinya dua puluh empat jam.

Jika tubuh manusia memiliki batasan gerak maksimal, maka seperti itu pulalah otak-nya bekerja, dan tatkala tubuh membutuhkan asupan gizi untuk menjaga kadar kekuatan, maka gizi-gizi dalam bentuk lain juga dibutuhkan oleh otak kita, maka kata-kata motivasi adalah salah satunya.

Namun masalah selera, setiap orang memiliki cita-rasa yang berbeda-beda, entah itu dalam segi asupan kepada tubuh atau pikiran. Namun sebagai mana yang telah disebutkan dari awal paragraph, saat ini aku hanya ingin menunjukkan motivasi-motivasi yang  berhasil kusalin dalam bentuk tulisan sebelum pahatan-pahatan itu berhasil kuratakan dari dinding kamarku.

Pahatan Pertama:
Mulai tidur jam 11.00 (malam)
Menjauhi mengkonsumsi makanan berat sejak jam 09.00 (malam)
Jaga tubuh agar tetap sehat

Tiga poin yang berbentuk peringatan ini mulai kupahat sejak awal oktober, atau sekita tiga bulan sebelum ujian dilangsungkan. Kesibukan di markaz nil, SINAI, kuliah dan sekaligus Having Fun memaksaku harus tetap fit.

Pahatan Kedua:
Bersungguh-sungguhlah ini tahun terakhirmu*
Sukses & Berprestasilah!

Sengaja kuberi tanda bintang diakhir paragraph, karena siapa tahu pada tahun depan aku sudah punya gandengan yang bisa kupanggil ‘ibu’ untuk calon anak-anakku.. ahahha
Siapa tahu..

Pahatan Ketiga:
What Don’t Kill You Makes You More Strong

Sebuah potongan lirik lagu yang diucapakan oleh Mike Shinoda dalam lagu yang berjudul  ‘A Light that Never Comes’ ini, memiliki makna yang sama dengan ucapan Presiden PKS, Ust. Anis Matta dalam salah satu kalimat motivasinya kepada kami, “Pukulan yang tidak membuatmu mati, menjadikan kamu lebih kuat.”

Pahatan Keempat:
Barang siapa yang tidak mampu bertahan dari lelahnya belajar, maka ia akan menderita karena kebodohan seumur hidupnya.

kata ini berhasil kupahat tepat diatas kata ‘What Don’t Kill You Makes You More Strong’-nya Mike Shinoda, sebuah ucapan hikmah dari Imam Sayfi’I ini menjadi motivasi yang mampu menambal semangat dan kepercayaan diriku yang mulai pudar di lima belas hari terakhir menjelang ujian.

Pahatan Kelima:
Bertahanlah lebih lama,
Lihatlah lebih focus,
& Berfikir lebih cerdas.
Maka badai akan terlewati & kesempatan untuk menang akan lebih besar.

meskipun dikerjakan pada waktu yang bersamaan dengan pahatan keempat, ukuran font kali ini jauh lebih besar, disebabkan tujuan dipahatnya kata-kata ini adalah agar saya selalu ingat metode belajar yang harus saya jalani untuk musim dingin ini.

Pahatan Keenam:
Kita memang tidak bisa memastikan kapan kemenangan itu akan datang, kapan bencana ini akan berakhir,
Akan tetapi kita bisa memastikan; bahwa perjuangan ini tidak akan pernah selesai hingga tuhan memutuskan suatu ketetapan,
"ليحق الحق و يبطل البطل ولو كره المجرمون"

Kata-kata ini berhasil kupahat satu hari sebelum ujian pertama dimulai, sebagai respon terhadap tragedy-tragedi yang terus berlangsung di mesir selama enam bulan paska-kudeta, dan dukunganku kepada mereka-mereka yang terus berjuang melawan kebathilan, sekaligus penyemangat bagi diri ini agar tidak pernah putus asa dari janji-janji Allah Swt.

Bukankah enam bulan atau bahkan satu tahun kedepan (bahkan 30 tahun lagi seperti masa Mubarak kalau memungkinakan) sejak dimulainya kudeta masih dalam kategori ‘sangat sebentar’, dibanding kemenangan-kemenangan dan keagungan yang kelak akan mereka raih?

Maka dari itu, teori ‘Bahwa Kemenangan Allah Begitu Dekat’ adalah teori yang sangat riil dan logis, karena nikmat menghapus penat dan keringat. Maka seperti itu pulalah keyakinan yang mesti kita yakini selama masa ujian ini.


"Jika surga sudah di depan mata, dan kemtian adalah tebusannya, memilih-nya pun tidak perlu dihitung sampai tiga."
Shubuh di Husain, 14 Januari 201(Rabiah). selepas imtihan term. 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar