Fyuuh, alhamdulillah, selesai juga.
Selepas beres-beres tuk persiapan liburan, akhirnya aku bisa
menuliskan beberapa momen-momen indah semasa ujian termin satu ini, namun dalam
coretan ini, aku ingin meringkas beberapa kutipan motivasi yang berhasil aku pahat
di dinding kamarku.
Motivasi bagiku adalah sebuah rekan perjuangan, ia menjelma
bagaikan tangan-tangan yang menarik tubuh ini saat ia sering kali tersungkur di
jurang kemalasan. Layak untuk diingat bahwa manusia merupakan makhluk social,
khilaf sering terjadi, lupa adalah keniscayaan, walau bisa memiliki impian yang
jauh tinggi menjulang, namun semua hal itu dibatasi dalam sebuah bentuk dan
ruang, kadar kekuatan dan jumlah waktu yang seharinya dua puluh empat jam.
Jika tubuh manusia memiliki batasan gerak maksimal,
maka seperti itu pulalah otak-nya bekerja, dan tatkala tubuh membutuhkan
asupan gizi untuk menjaga kadar kekuatan, maka gizi-gizi dalam bentuk lain juga
dibutuhkan oleh otak kita, maka kata-kata motivasi adalah salah satunya.
Namun masalah selera, setiap orang memiliki cita-rasa yang
berbeda-beda, entah itu dalam segi asupan kepada tubuh atau pikiran. Namun sebagai
mana yang telah disebutkan dari awal paragraph, saat ini aku hanya ingin
menunjukkan motivasi-motivasi yang berhasil
kusalin dalam bentuk tulisan sebelum pahatan-pahatan itu berhasil kuratakan dari
dinding kamarku.
Pahatan Pertama:
Mulai tidur jam 11.00 (malam)
Menjauhi mengkonsumsi makanan berat sejak jam 09.00 (malam)
Jaga tubuh agar tetap sehat
Tiga poin yang berbentuk peringatan ini mulai kupahat sejak
awal oktober, atau sekita tiga bulan sebelum ujian dilangsungkan. Kesibukan di
markaz nil, SINAI, kuliah dan sekaligus Having Fun memaksaku harus tetap
fit.
Pahatan Kedua:
Bersungguh-sungguhlah ini tahun terakhirmu*
Sukses & Berprestasilah!
Sengaja kuberi tanda bintang diakhir paragraph, karena siapa
tahu pada tahun depan aku sudah punya gandengan yang bisa kupanggil ‘ibu’ untuk
calon anak-anakku.. ahahha
Siapa tahu..
Pahatan Ketiga:
What Don’t Kill You Makes You More Strong
Sebuah potongan lirik lagu yang diucapakan oleh Mike Shinoda
dalam lagu yang berjudul ‘A Light that
Never Comes’ ini, memiliki makna yang sama dengan ucapan Presiden PKS, Ust.
Anis Matta dalam salah satu kalimat motivasinya kepada kami, “Pukulan yang tidak
membuatmu mati, menjadikan kamu lebih kuat.”
Pahatan Keempat:
Barang siapa yang tidak mampu bertahan dari lelahnya
belajar, maka ia akan menderita karena kebodohan seumur hidupnya.
kata ini berhasil kupahat tepat diatas kata ‘What Don’t Kill
You Makes You More Strong’-nya Mike Shinoda, sebuah ucapan hikmah dari Imam
Sayfi’I ini menjadi motivasi yang mampu menambal semangat dan kepercayaan
diriku yang mulai pudar di lima belas hari terakhir menjelang ujian.
Pahatan Kelima:
Bertahanlah lebih lama,
Lihatlah lebih focus,
& Berfikir lebih cerdas.
Maka badai akan terlewati & kesempatan untuk menang akan
lebih besar.
meskipun dikerjakan pada waktu yang bersamaan dengan pahatan
keempat, ukuran font kali ini jauh lebih besar, disebabkan tujuan dipahatnya
kata-kata ini adalah agar saya selalu ingat metode belajar yang harus saya
jalani untuk musim dingin ini.
Pahatan Keenam:
Kita memang tidak bisa memastikan kapan kemenangan itu akan
datang, kapan bencana ini akan berakhir,
Akan tetapi kita bisa memastikan; bahwa perjuangan ini tidak
akan pernah selesai hingga tuhan memutuskan suatu ketetapan,
"ليحق الحق و يبطل البطل ولو كره المجرمون"
Kata-kata ini berhasil kupahat satu hari sebelum ujian
pertama dimulai, sebagai respon terhadap tragedy-tragedi yang terus berlangsung
di mesir selama enam bulan paska-kudeta, dan dukunganku kepada mereka-mereka
yang terus berjuang melawan kebathilan, sekaligus penyemangat bagi diri ini
agar tidak pernah putus asa dari janji-janji Allah Swt.
Bukankah enam bulan atau bahkan satu tahun kedepan (bahkan 30 tahun lagi seperti masa Mubarak kalau
memungkinakan) sejak dimulainya kudeta masih dalam kategori ‘sangat sebentar’,
dibanding kemenangan-kemenangan dan keagungan yang kelak akan mereka raih?
Maka dari itu, teori ‘Bahwa Kemenangan Allah Begitu Dekat’
adalah teori yang sangat riil dan logis, karena nikmat menghapus penat dan
keringat. Maka seperti itu pulalah keyakinan yang mesti kita yakini selama masa
ujian ini.
"Jika surga sudah di depan mata, dan kemtian adalah tebusannya, memilih-nya pun tidak perlu dihitung sampai tiga."
Shubuh di Husain, 14 Januari 201(Rabiah). selepas imtihan term. 1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar