“Let’s give me more reason.” Ucapku kepada seorang kawan.
Kuperhatikan wajahnya yang sudah menemaniku lebih dari delapan
tahun. Rileks dan penuh senyuman. Ah, mungkin itu yang kubutuhkan setelah
bertemu dengan wajah-wajah kasar dan penuh kerutan beberapa hari ini.
Kadang tawa renyahnya mengingatkan masa-masa mondok dulu. Menghabiskan
waktu bersama di lapangan futsal, makan, nongkrong, atau sekedar mendengar
ocehan tentang harga makanan pokok dan biaya hidup di Mesir yang ternyata jauh
lebih murah dari Indonesia.
Dia kadang dengan sabar dan tersenyum penuh arti menghayati
curhatan ngalor-ngidul yang keluar dari mulut lebarku.
“Gw pingin pulang nih!” dan dia hanya senyam-senyum. Sial.
Seenggaknya segala keluh-kesah udah tumpah. dan baeknya, dia
cuma senyam-senyum sambil ketawa ngedenger segala penderitaan gw belakangan
ini.
Siang tadi jadwal kuliyah untuk bulan Desember udah turun,
dan kata maafku kepadanya hanya ditimpali dengan senyuman. Lagi-lagi senyuman. Ketawa
renyahnya bikin hati gw adem.
Saat ini gw masih janji buat belajar bareng dia ngabisin
muqoror. Oke bro, semangat dah. insyaAllah agenda-agenda ini kudu selesai. Selanjutnya
focus muqoror! Hha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar