My Movements Trip.

Kamis, 26 November 2015

Curhat ke Jaiz

“Let’s give me more reason.” Ucapku kepada seorang kawan.

Kuperhatikan wajahnya yang sudah menemaniku lebih dari delapan tahun. Rileks dan penuh senyuman. Ah, mungkin itu yang kubutuhkan setelah bertemu dengan wajah-wajah kasar dan penuh kerutan beberapa hari ini.

Kadang tawa renyahnya mengingatkan masa-masa mondok dulu. Menghabiskan waktu bersama di lapangan futsal, makan, nongkrong, atau sekedar mendengar ocehan tentang harga makanan pokok dan biaya hidup di Mesir yang ternyata jauh lebih murah dari Indonesia.

Dia kadang dengan sabar dan tersenyum penuh arti menghayati curhatan ngalor-ngidul yang keluar dari mulut lebarku.

“Gw pingin pulang nih!” dan dia hanya senyam-senyum. Sial.

Seenggaknya segala keluh-kesah udah tumpah. dan baeknya, dia cuma senyam-senyum sambil ketawa ngedenger segala penderitaan gw belakangan ini.

Siang tadi jadwal kuliyah untuk bulan Desember udah turun, dan kata maafku kepadanya hanya ditimpali dengan senyuman. Lagi-lagi senyuman. Ketawa renyahnya bikin hati gw adem.

Saat ini gw masih janji buat belajar bareng dia ngabisin muqoror. Oke bro, semangat dah. insyaAllah agenda-agenda ini kudu selesai. Selanjutnya focus muqoror! Hha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar