My Movements Trip.

Minggu, 03 Februari 2013

Februari dua ribu tiga belas ku.

Malam kawan, hari ini saya sudah mulai merasakan detak-detak kehidupan dalam aktivitas harianku, setelah sekian minggu terlena dengan suasana liburan yang entah bagaimana saya bisa menggambarkannya; begadang sampai shubuh, jadwal makan berantakan dan terkadang saya hanya makan beberapa kotak ruz bil laban saja, sering melamun, dan masih banyak hal ngga’ jelas yang saya lakukan selama melewati masa-masa liburan ini.

Mungkin bisa disebut dengan ‘terlalu kaget’, yah, setelah sekitar dua bulan saya bergrilya membaca buku diktat kuliah, menerjemahkanya, dan ikut bimbingan belajar lalu merangkum, menghafal juga mengejar setoran al-qur’an lima kali dalam seminggu; yang dimana saya lakukan semua itu dengan benar-benar memaksa batas kemampuan dan keinginan saya. Dan Alhamdulillah, saya masih bisa menjalaninya walau sering bolong-bolong.. ahahaha

dan ketika ujian telah usai, saya mendapati suasana dimana badan saya bisa rehat seharian penuh, karena hitungan waktu masih menyisakan lima bulan lagi untuk memulai ujian termin dua di kuliah Al-Azhar ini. 

setelah menghadapi gempuran-gempuran soal ujian ketika itu, niat awal memang hanya ingin mengambil rehat dua sampai tiga hari untuk kembali ke kondisi prima; kembali memulai setoran al-qur’an dan menyibukkan diri dengan buku bacaan. Namun apa daya, rupanya akal sehat saya dua minggu belakang ini jeblok, otak saya terlalu alergi dengan aktivitas-aktivitas yang berorientasi berfikir jauh kedepan, tubuh saya hanya ingin ingin tidur, duduk, keluyuran, main ps dan begadang.

Dan yang paling saya syukuri adalah saya memiliki teman-teman yang bisa menerima saya dalam kondisi  saya kala itu.


Februari dan tahun dua ribu tiga belas.

Saya ingin menyebut awal februari ini dengan tahun baru dua ribu tiga belasku, karena di awal februari ini saya baru kembali menemukan semangat yang sempat menghilang dalam kabut-kabut kemalasan pasca liburan datang.

Secara teori memang saat ujian termin satu berlangsung (selesai tanggal 14 januari 2013), tahun dua ribu tiga belas ini sudah masuk hitungan kalender yang baru, tapi kala itu suasana imtihan masih mengatakan bahwa “hari ini masih dalam tahun 2012.”, 

dan begitulah saya mengatakan pada diri saya sendiri, bahwa tahun baru yang saya miliki adalah ketika saya kembali menemukan semangat baru untuk terus berkembang ke arah yang lebih mengharu biru.

Ujian termin satu, semester tiga di Al-Azhar bagiku hanyalah salah satu fase tahunan yang sudah kumulai sejak bulan oktober yang lalu, dan tidak lain adalah satu dari sekian banyak fase yang telah kulewati. Termasuk fase yang telah kumulai ini, telah menjadi tahapan yang nyata yang harus aku jalani, mungkin aku akan menatap fase-fase yang telah kulewati namun itu sudah bukan pikiranku lagi, begitu pula fase yang akan kuhadapi nanti.

Dan fase februari di tahun 2013 ini adalah sebuah tahapan yang nyata, tahapan yang akan kujalani hingga akhir bulan juli mendatang, entah tulisan apa yang akan ku tulis dalam kertas putih di tahapan ini; namun yang pastinya, harapan-harapan akan sebuah tinta kebiakanlah yang ingin ku ulas, ku coret, dan ku gambar di dalamnya hingga Allah ridho aku menjadi hambaNya dan memasuki janah-Nya.

Cinta dan perjuangan

Rasanya tak afdhol bagi saya jika tidak menulis tentang sajak-sajak romantika yang ‘katanya’ tiada ujungnya ini, berbicara tentang hidup selalu terasa hampa jika cinta tidak menghiasi di setiap dimensi langkahnya.

Anggap saja malam tanpa bulan, atau pagi tanpa sapaan sang mentari, begitu hambar dan terasa hampa jika cinta tak mengiringi kehidupan kita, kata-kata menjadi kaku, dan mulut menjadi kelu, dan selalu begitu.

Mozaik cinta yang selama ini mendampingi wajah yang selalu menyimpan duka dan nestapa, kini kembali mencari; letak kotak Pandora yang menyimpan jawaban tentang tragedy cinta sang pujangga.

Ia berkelana dari satu negri ke negri yang lainya berharap tentang kabar kedatangan kekasihnya di negeri yang ia tapaki, namun nihil, tiupan-tiupan angin hanya mengantarkan debu-debu yang kian lama kian menumpuk di dahi dan saku sang pujangga, menahannya untuk kembali pergi alih-alih hanya berdiri atau berjalan mencari informasi untuk kembali.

Ia tertahan dan tak bisa kembali, dipaksa menikmati dunianya yang baru, dibalik tumpukan permata dan permadani yang menggunung dan hujan berlian yang tiada henti-hentinya bisa ia simpan dalam saku celana dan bajunya. Namun tidak di dalam hatinya, yang konon katanya, Tuhan telah sengaja memberikan ruang untuk sang kekasih yang selama ini ia nantikan kehadirannya.

Dan kini yang bisa ia lakukan hanya berjuang, berjuang dan berjuang menimbun harta dan permata-permata itu sembari menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dengan sang kekasih yang selama ini Tuhan janjikan padanya.

DuaFebruari2013

Rabu, 31 Oktober 2012

Akhirnya terkapar juga..

Yah, akhirnya badan saya ambruk juga. Kurang lebih dua minggu saya berkutat dengan aktivitas yang lumayan padat. Terhitung dari tanggal sepuluh oktober saya menulis jadwal sekunder yang harus disertai jadwal aktifitas primer. 

Mulai dari jadwal jilsah, kuliah dan “Sekolah Menulis Sinai” yang ketiganya menjadi prioritas, lalu dibarengi dengan jadwal sekunder, semacam talaqqi di masjid Azhar, berkunjung ke perpustakaan mahasiswa Indonesia dan olah raga di central Zahra bareng ikhwah-ikhwah yang ada di mesir, semuanya berjalan lancar sampai-sampai uang bulanan yang biasanya nyisa diakhir bulan harus habis di tengah jalan gara-gara terpakai untuk bayar ongkos bus yang udah mulai ga’ bersahabat dengan mahasiswa.

Sedikit informasi, saat ini saya tinggal di daerah hussain, dekat dengan masjid Al-Azhar, dan harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh untuk bisa ikut beraktifitas dalam dinamika yang ada di masisir. Sedangkan pusat aktifitas di sini terdapat didaerah ‘asyir. :P

By the way, saya mulai sering pulang malam karena disibukkan beberapa agenda, mulai dari rapat panitia acara “ORMABA anak-anak ISLAH yang baru datang” hingga berlangsungnya acara, terkadang saya harus ngorbanin waktu kuliah buat nyiapin ni acara. Cape, pegel, yah namanya juga amanah.

Belum selesai  acara ormaba,, eh, tiba-tiba dapet amanah buat ikut serta ngadain acara Open House, rapat lagi.. rapat lagi.. bukan Cuma satu, tapi TIGA acara Open House di tempat yang berbeda. Yah, berhubung saat itu udah mau Idhul Adha, dan ini udah lazhim di kalangan Masisir. “agar silaturrahmi makin erat dan tetap terjaga.” Begtu mereka berkeyakinan.

Jika esok hari saya ga’ ada kerjaan di daerah a’asyir, saya lebih memilih pulang malam ke daerah hussain dari pada harus pulang ketika pagi hari, jika dihitung-hitung, saya bisa tidur sampai jam delapan diatas kasur yang empuk dari pada harus berdesak-desakan dengan para mahasiswa di bus 80 coret. Mungkin karena terlalu sering terkena angin malam tubuh saya perlahan mulai terasa lelah.
Beruntung saya memiliki sahabat-sahabat uniq yang tinggal di daerah musallas, terkadang setelah nunggu bus malem-malem dan tak kunjung datang bus-nya, saya hanya bisa pasrah dan kembali ke rumah mereka. Walau terkadang saya sering cari-cari alasan untuk nginep disana, mengulang tawa, ejek-ejekan, ng’gosip, nonton film atau main PES 2011 juga PES 2012 dan yang sekarang PES 2013. Yah seperti dulu ketika masih di pondok, ga’ jauh beda kalo udah ngumpul sama mereka.. ahaha.

Ah, akhirnya semua amanah itu selesai juga, seperti perkiraan saya, saya akan ambruk setelah acara-acara itu selesai, beruntung acara-acara tersebut berjalan ketika kuliah lagi libur, walau beberapa jadwal kuliah sebelumnya terpaksa saya tinggalkan gara-gara harus ikut rapat.

Dan seandainya setelah ini semua saya memiliki waktu luang untuk kembali focus belajar, saya akan sangat senag untuk mendapatkan waktu luang tersebut. Namun, terkadang amanah-amanah baru sering bermunculan, karena seandainya saya hanya hidup untuk diri sendiri, tentu memiliki waktu luang adalah hal yang mudah, akan tetapi bukankah kita semestinya hidup untuk orang lain juga??, sebagaimana kita telah hidup dan bisa terus berjalan menapaki puncak prestasi berkat pengorbanan orang lain juga.

Sungguh berkesan nasihat ustadz saya ketika saya mengeluh kepadanya tentang begitu banyak amanah yang saya pikul, beliau berkata “Amanah itu bukan untuk ditolak, dan jika kamu harus meluangkan waktu utnuk menjalankan amanah tersebut bukan waktu belajar yang kamu korbankan akan tetapi waktu tidurmulah yang harus kamu kurangi.”

Di  lain kesempatan senior saya yang lain yang sudah berpengalaman di dunia organisasi memberi nasihat kepada saya tatkala kita harus berhadapan dengan amanah yang terkadang tidak bisa kita jalani atau tatkala kita jalani akan  berdampak buruk bagi kita, “berani katakana ‘TIDAK’.” Nasihat beliau. Dan Alhamdulillah,, semua nasihat itu selalu menginspirasi saya di setiap langkah yang hendak saya tapaki.

Tolong do’anya ya agar saya bisa kembali beraktifitas di negeri seribu menara ini.. salam.. :)

Kamis, 18 Oktober 2012

"Cinta Itu Nyata"

 Cinta Itu Nyata



Ketika

Aku

Menyebut

Nama-Mu






Cairo, Dzul Hijjah 2012


Tauladan I

Tauladan I





menghela nafas kawan
dalam sebuah rutinitas yang
kunamakan "sebuah perjuangan"

bagi kamu
kata perjuangan selalu memiliki
makna yang sama.
ia mengalir dari hati
menggerakkan kedua kaki
berjalan, berlari
berjalan, berlari
jika lelah sebentar mereka minta
berehenti
bagiku pun seperti ini

bagi kamu
Arafah memiliki sebuah sejarah
kamu tahu
aku tahu
yang lain pun seharusnya tahu

"Hari ini telah ku sempurnakan bagimu
agamamu"
ah, hari ini ayat itu yang kau
bacakan di majelis kita
di tengah obrolan kita
bahkan mungkin nanti di tengah-tengah
mimpi kita

nanana
sebuah hikayat tentang
tauladan kita di sana

lalala
jauh sebelum kita
punya tubuh dan kepala

nanana
berjuang tiada henti
di atas pelana

lalala
jauh dari sifat
buruk juga tercela

nyanyanya
dan semoga kita bisa meneladaninya.




Cairo, Dzul hijjah 2012

Jumat, 12 Oktober 2012

a lesson from the storm

 
 
when the storm has passed..
there will be a storm
that will come later.
water flows in the rivers and plants thrives.

that's how God teaches the meaning of a life.
we should understand its

and the best place to get through the
storm that was gathering together a group,
sway like grass or fallen
like an old tree.

Musyawarah in a decision, and then
confront together.
or fall within an mistake which must
be borne by yourself.

God has taught it to us.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sabtu, 06 Oktober 2012

Pe-Er SMS: "Menulis Berita"

wokeh,, udah lama nih belum posting di blog,, saking asiknya ngikutin Sekolah Menulis SINAI (SMS), eeh lupa ama temen-temen.. ahahaha..

selama di SMS ane sering banget dikasih Pe-Er gitu,,, nulis berita-lah,, opini-lah,, sekarang disuruh bikin makalah,, atau kerangkanye-lah. oke, itu semua mudah, yang susah itu ngeluarin duit buat ng'print dan photo copynya.. ahahah

nih salah satu Pe-Er yang ane kerjain, "Nulis Berita". banyak banget kesalahan pas di koreksi tapi enjoy aje ye bacanya.




Nilai Mumtaz di Berikan Kepada Mahasiswa Asal Lampung Program Pasca Sarjana di Universitas Al-Azhar.

Semenjak didirikannya IKMAL Mesir sekitar tiga tahun yang lalu, akhirnya organisasi tersebut berhasil membawa seorang anggotanya meraih predikat Mumtaz dalam sidang tesis Program Pasca Sarjana Kuliyah Ushuluddin-Jurusan Hadits, di Universitas Al-Azhar-Kairo. Hari Senin kemarin (9/24).

Sosok yang berprestasi tersebut bernama lengkap Ahmad Ikhwani. laki-laki kelahiran tanah Lampung ini memilih Auditorium Dr. Abdul Halim Mahmud sebagai tempat untuk memperjuangkan  tesis-nya yang ia beri judul “Kaji Hadis seputar Sumpah Nabi dalam Kutub As-sittah”.

Sidang yang berjalan lancar tanpa hambatan ini tentunya membuat lelaki yang kesehariannya menjadi seorang penyiar radio di Daerah Kairo ini pantas bahagia. 

Nada bahagia juga disampaikan oleh saudara Ahmad Muhith Ridwan ‘Aly, selaku gubernur IKMAL Mesir masa bakti 2011-2012. Ia mengaku sangat senang ketika nilai mumtaz diumumkan oleh para penguji, hal ini disebabkan karena rasa penasaran beliau dari penantiannya yang tidak sebentar “Seneng banget, soalnya orang yang selama ini kita tunggu-tunggu akhirnya selesai juga. karena kabar dari dulu mau munaqosyah, tapi tertunda terus.”

Beliau juga berpesan kepada para anggota IKMAL Mesir yang lain agar bisa mengambil pelajaran dari keberhasilan Pak Ikhwani atas usahanya dalam meraih gelar Magister “Semoga bisa menjadi pemicu bagi teman-teman yang lain agar terpecut semangatnya.” (Kairo,26/9/2012.)




KBRI Kairo Membentuk Badan Persatuan Kesenian dan Kebudayaan di Ranah PPMI Mesir.

Kantror KBRI Kairo-Acara Sarasehan Kesenian dan kebudayaan yang diadakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo sejak pagi tadi (9/26), diakhiri dengan terpilihnya saudara Abdurrahman Jalaludin sebagai Koordianator Badan Persatuan Kesenian dan Kebudayaan Mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir.

Terpilihnya saudara Abdurrahman yang biasa disapa Kang Abu ini telah disepakati oleh sebagian besar peserta yang diundang, yang mewakili Tujuh Belas Kekeluargaan Mahasiswa yang berdomisili di Mesir serta beberapa staf PPMI Mesir dan WIHDAH.

Dalam Aklamasinya setelah mengucapkan ribuan terima kasih, Kang Abu menyampaikan kepada para peserta bahwasannya dalam waktu dekat beliau akan mengadakan rapat yang bertujuan menentukan Nama beserta AD/ART Badan Persatuan Kesenian dan Kebudayaan di ranah mahasiswa Indonesia di Mesir. Kairo 9/26/2012.