My Movements Trip.

Sabtu, 02 Juli 2016

Alasan untuk Positif

Meninggalkan amanah, tidak peduli, pelit.
terlalu banyak hal negatif untuk ambisi kecil tahun ini, ya.

beberapa hari lagi ujian,
Bagaiamana persiapannya, Abduh?

Ah?!

***

Sore ini ada undangan sarasehan aktivis.
Seperti undangan lainnya, sudah kutolak.
Dan bertambahlah satu poin negatif.

Meski sudah diizinkan tidak ikut kegiatan apapun oleh Mr,
rasa bersalah itu tetap ada. Menjadi beban.

Wajar sih. Sudah masuk terlalu dalam.
Ini amanah, kawan.
A M A N A H

***

Ibu Pimpinan pasti sibuk banget sekarang.
Dari Empat rekan yang menemani, Tiga pergi.
Pada akhir masa jabatan, tugas menumpuk.

Dan aku adalah orang paling pertama yang meninggalkannya.
Bisa kau bayangkan,
"Laki-laki meninggalkan seorang wanita untuk mengerjakan tugasnya."

How shame I am?!

***

Lalu aku berharap menikahi seorang wanita salehah?
Yang anggun dengan jilbab kuning,
dan manis dengan sweeter merahnya.

Ya.

Meski saat ini ia sedang kesal setengah mati dan mengutuk namaku.
aku lebih senang ia begitu.

Bukankah diingat selalu lebih baik daripada dilupakan?

***

Lalu bagaimana dengan si Kecil Palestina?
Bukankah kuning keemasan kubah Al Aqsha adalah alasan utamamu memilih wanita salehah itu? Berjanji dengan para aktivis yang akan buka bersama sore ini?

***

Alhamdulillah, pada akhir tulisan saya menemukan kembali alasan-alasan penolakan tersebut. Meski publik tidak bisa menerima, setidaknya ini adalah keyakinan yang saya miliki.

Tentunya dalam zona "Diizinkan" oleh pihak terkait.

Memang sangat disayangkan, saya sangat buruk dalam belajar.
Semoga tahun depan bisa lebih baik, dan pundak sedikit lebih kuat.

Bertahap, kita akan memperjuangkan si Kecil.

***

Senang, keluarga di rumah mendukungku.
Energi positif mereka sangat kubuthkan.
Mr, teman satu lingkaran, kawan seperjuangan di kuliyah.

apa kamu mau menjadi bagian dari energi positif itu?

Ah, tak perlu.
dengan sikap kesalmu, jengkel sambil manyun sebel..
Bukankah itu selalu lebih baik daripada dilupakan?

***


Kairo,
Sabtu, 2 Juli 2016.
*Maaf, persiapan ujian saat ini benar2 kacau. aiihh hhe






Jumat, 01 Juli 2016

Prasangka

Terkadang, aku menyangka orang lain suka memberikan pesan melalui status yang mereka buat, foto profil yang digunakan, senyum ketika bertemu, atau bahkan diam.

Hanya berani menyangka, tak lebih. Aku suka bertanya secara langsung, selain itu yang diajarkan oleh Islam, memang sudah menjadi tabiat umum bahwa prasangka selalu berbeda tergantung kondisi pelaku.

tiap orang memiliki informasi berbeda di kepala mereka. Baik itu sekedar wawasan, ilmu terapan, ataupun kebohongan yang ia anggap nyata.

Suka, bukan berarti aku akan bertanya terus kenapa kamu begini? Kenapa ia begitu? Karena tak semua hal mesti kita ketahui kebenarannya. Lebih tepatnya kita tak memiliki banyak waktu untuk itu.

Karena itulah, hukum ditegakkan berdasarkan apa yang nampak saja. Sedangkan hati, biarkan ia dan Tuhannya yang tau.

Saat ini saya merasa ditinggalkan. Kesempatan yang telah diharapkan dari dulu seolah hilang dari genggaman.

"Itu hanya prasangka." Begitu sisi lain dari hati ini terus meyakinkan.

ya, rasa dan sangkaan negatif itu selalu saja bermunculan. Takut yang berkepanjangan, sedih, marah, dan kecewa. Semua hal itu selalu meminta untuk ditabayun.

Kadang malu masih bersifat kekanak-kanakan seperti ini.

kadang? Ya, di sisi lain menjadi bodoh itu terasa ringan, tak ada beban.

***

Belajar dari senior, kawan-kawan, bahkan adik yang lebih muda dari ku.

"Baiklah. Itu semua hanya prasangka. Masa depan akan kutentukan oleh tanganku sendiri." Tekadku sambil menatap langit. Di sana ada Tuhan yang maha kuasa.

Diterima atau ditolak proposalnya, itu urusan setelah lamaran diajukan. Yah, saat ini beberapa kriteria harus segera dipenuhi bukan? 

Kamis, 30 Juni 2016

Fokus fokus fokus!

Hari pertama muraja'ah Al Qur'an.
30 Juni 2016

*hei, Abduh.. fokus dong.
manyunnya tetep cantik ko'

Selasa, 21 Juni 2016

No Pain, No Gain

15 Ramadhan dipaksa istirahat panjang. Well, intinya jangan terlalu berambisi sampai lupa memberikan hak dan melaksanakan kewajiban. Semoga hari ini bisa jadi pelajaran.
meskipun, terkadang kita harus terluka. Tapi bukan dengan melukai diri sendiri.

selasa, 21 Juni 2016.
*buku pertama yg di muraja'ah masih meminta haknya. :)
Yah, hari ujian semakin kencang berlari ke arahku.

Sabtu, 28 Mei 2016

Masih di Sebuah Kafe

Alhamdulillah, masih dikasih kesempatan untuk nonton dua final klub-klub spanyol di masa ujian ini.
.
di antara Dua Puluh Tiga orang yang berlari-lari di tengah lapangan dan gemuruh suara suporter, aku bertanya,
.
"di mana diriku saat ini?"
.
dari layar lebar televisi terlihat jelas olehku mereka yang berpeluh keringat, menahan dan menarik nafas. menangis bahagia, sedih, namun ada juga yang tertawa.
.
aku sedang duduk di sebuah kafe bersama kolega.
.
.
"ah, iya. target baca muqoror masih sering molor." batinku menghibur setelah melihat Ronaldo selebrasi goal kemenangan.
.
aku pun pergi meninggaalkan Kafe .
.
28 Mei 2016

Rabu, 11 Mei 2016

Aku Melihatnya

"Hai, Abduh.. apa kau melihat senyumnya?"

"Ya," jawabku bahagia. "Man, apa ia selalu bercahaya (pen-bersemangat) seperti itu?"

"Kamu juga merasakannya, Du? Seperti itulah. Jika kamu berharap suatu saat bisa kembali bertemu dengannya..
Fokus ujian, ya." Bisik Maman di akhir kalimatnya.

"Ya, semoga peluang itu sudi mampir ke tempatku" Jawabku kembali dengan bahagia dan penuh harap.

"Hei, bukankah kau yang mesti menghampirinya?"

Ah, iya. Itu maksudku. Namun, target-target lain harus segera kuselesaikan.
agar Allah ridho.


***
11.5.2016
Satu Bulan lagi ujian. Bismillah!