My Movements Trip.

Rabu, 27 April 2016

Menghormatinya dan Bertanggung jawab Pada Diri Sendiri

“Abduh, udah donk main hape nya. Come here, gimme your hand please!”

Orang yang diminta tak menjawab. Bisu?

“Abduh.. ohh.. pantas.”

Maman yang dari tadi sibuk mencoret-coret kertas tugas, seketika muncul dari balik punggung Abduh. Orang yang dibuat kaget itu seketika mematikan layar hape dan menyembunyikannya dibalik bantal.

“Musim panas gini masih selimutan. Ng’galauin apaan sih? Masih dengan akhwat itu?”
Terus digoda, Si Abduh semakin membenamkan seluruh tubuhnya ke dalam selimut.

“Wanita itu ga cuma dia seorang.  Lagian ngapain kamu terus-terusan mantengin semua akun socmed dia? Watsap, tumblr, facebook, twitter, Line?! Ga disapa lagi. Hadeuh.. lah dikira dia makhluk halus, bisa ngerti tanpa komunikasi?!” Maman terus berceloteh menggurui.

“Hei, inget, masih banyak..”

Mendadak Abduh mengeluarkan segenggam tangan beserta jari tengah dari balik selimutnya. Bukan urusan lo!

“Ini yang disebut cinta buta, nak.” Pemuda yang mendadak jadi orang bijak mulai berfatwa tentang cinta.

Hening. Namun Abduh masih menunjukkan jari tengahnya kea rah Ustadz dadakan itu. Tetep bukan urusan lo!

“Oke. Tapi inget ya,” Maman mulai pasrah, “itu hape sengaja dikeluarin buat nyari referensi. Dan selesai tugas ini bakal kita kembali sembunyikan untuk waktu yang taaak ditentukan.”

Jari tengah berubah jadi Jempol. OKE!

***

Dalam hati Si Abduh,

“Setidaknya, aku hanya ingin memastikan senyumnya terus merekah sampai hape ini disita oleh Si Maman.”

***

Dalam hati Maman,

“Abduh, sebenernya gw juga punya perasaan yang sama kayak lo. Cuma fokus belajar  adalah satu-satunya kita menghormati wanita tersebut, dan bertanggung jawab pada diri sendiri.”

***

Abduh mulai mengeluarkan kepalanya dari balik selimut. Ia lihat Maman tersenyum simpul  di hadapan kertas-kertas tugasnya.

Pemuda galau itu pun ikut tersenyum.


Rabu Pagi Kairo, 27.4.2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar