Membedakan Opini dan Berita.
Study Informasi Alam Islami yang
biasa disingkat SINAI adalah sebuah
lembaga kajian yang membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi di Dunia
Islam secara khusus, mulai dari sejarah berdirinya suatu Negara, percaturan
perpolitikan, hingga isu-isu agama yang sering dimunculkan oleh beberapa media
basis kiri entah itu bertaraf internasional ataupun nasional.
Sebagai kader muda yang baru
menginjak tahun pertama; pembahasan utama kami adalah Permasalahan Palestina,
mengingat Palestina merupakan pokok permasalahan umat islam yang masih belum
terselesaikan sejak datangnya faham zionisme. Sempat kami rasakan begitu
susahnya mencari sumber-sumber original selain dari diktat resmi yang telah
kami pegang.
Disamping membahas latar belakang
dan sejarah berdirinya sebuah Negara, isu yang kami mainkan dan sering menjadi
topic hangat oleh para senior dalam lembaga kaijan ini adalah perubahan
iklim-iklim pergerakan dan kemajuan yang telah dicapai umat islam belakangan
ini.
Saya dan teman-teman sebagai
kader muda sering “ditegaskan” untuk mengambil berita se-original
mungkin, berita A1 atau yang bisa disebut berita yang diambil langsung dari sumbernya adalah barang yang sangat
mahal. Sehingga pembahasan obrolan kami benar-benar harus dibatasi dari
berita-berita yang sudah terkontaminasi opini-opini Media Informasi yang lain.
Kami juga diharuskan untuk bisa
membedakan antara Opini dan Berita, karena kedua hal tersebut benar-benar suatu
hal yang berbeda namun memiliki karakteristik yang hampir sama, jika opini
adalah salah satu angle atau sudut pandang dari sekian banyak sudut
pandang yang seseorang simpulkan dari sebuah kejadian, Maka berita adalah
bentuk kejadian tersebut yang dijelaskan secara gamblang dimana pembaca mau
tidak mau harus menarik kesimpulan dari satu atau beberapa sudut pandang
tertentu sesuai kadar wawasannya.
Pada dasar yang sangat
fundamental, perbedaan kecerdasan setiap orang sangat berbeda-beda, dan hal itu
akan berefek pada pengambilan sudut pandang dalam sebuah kejadian perkara, kita
tak bisa menyalahkan begitu saja jika seseorang memilih wanita berhidung
mancung dan memiliki kulit yang begitu putih dan berpakaian sangat minim
disebut “pelacur” saat dia sedang duduk sendirian di tengah Kafe remang-remang,
karena itu hanyalah sebuah Opini atau pemilihan sudut pandang pada sebuah
kejadian.
Tapi yang bisa kita permasalahkan
jika Opini tersebut sudah menjadi Berita dan Acuan dalam tuntutan sebuah
perkara. Dan yang paling disayangkan bahwasannya “kerancuan” seperti ini sudah
hampir mendarah daging dalam budaya penerimaan Informasi di kalangan masyarakat
kita.
Peran Opini dalam Pembentukan
Isu-isu Publik.
Tak bisa dipungkiri bahwa Opini
kini telah menjadi alat yang begitu sentral dalam pembentukan isu public, ia
bergerak melalui teriakan-teriakan, tulisan-tulisan, bahkan dalam diam. Isu-isu
public itu diarahkan kepada tujuan tertentu, tidak ada dasar yang pasti dalam penggunaan
opini-opini tersebut, kemanapun opini itu berjalan maka isu public akan bermain
disekitarnya.
opini yang menggiring isu-isu public
bisa jadi dilakukan secara spontan, ataupun terorganisir, contoh untuk hal yang
kedua bisa kita lihat dalam penggiringan isu saat kemerdekaan NKRI pada tanggal
17 Agustus 1945; pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan yang belum ada
persetujuan dari Belanda maupun Jepang telah menggiring Opini Publik Nasional
bahwa Indonesia sudah merdeka.
Teriakan-teriakan merdeka yang
terus berkumandang sesaentro Indonesia, juga pembacaan Teks Proklamasi
Kemerdekaan yang terus-menerus disiarkan di radio lokal maupun internasional akhirnya
menarik simpati Dunia luar. Isu Publik telah dimainkan, dunia internasional
mulai memberikan dukungan untuk kemerdekaan Indonesia, hingga terbentuklah
Konfrensi Asia-Afrika, lalu Perjanjian Meja Bundar, dan sepakatlah Indonesia
merdeka. Itulah Opini.
Jika Opini bisa menggerakkan
mesin-mesin tua untuk mencapai kesepakatan “Kemerdekaan sebuah Bangsa”, tentu
Opini yang terus-terusan disampaikan oleh begitu banyak Media Informasi di
Headline-nya mampu menutup mata kita untuk menikmati hasil pertandingan Spanyol
lawan Brazil di Kota Sepak Bola dari pentingnya “Mengirim sebotol Minyak Zaitun
ke Palestina.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar