"Apa bedanya lebaran tanpa mudik dan lebaran tanpamu, dik.."
29 Ramadhan 1442 H. 11 Mei 2021
Dalam ikhtiarmu menggapai cita-cita, Tuhan tidak menjanjikan jalan yang mulus, teman perjalanan yang pengertian, ataupun perbekalan yang memadai.
Tapi Dia menjanjikan kemudahan dalam setiap kesusahan yang dengan sabar kita hadapi, yang dengan sabar kita telateni.
Maka jangan pernah berharap jalan menjadi mulus, teman menjadi pengertian, ataupun bekal terisi penuh. Berharaplah kepada Tuhan agar cita-citamu tercapai apapun kondisi yang menimpamu!
(فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ یُسۡرًا إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ یُسۡرࣰا فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب)
[Surat Al-Insyirah 5 - 8]
"Semanis apapun kata yang ku rangkai, kamu tidak akan pernah tahu jika tidak aku ucapkan. Dan kamu memang tidak mau tahu, bukan begitu?"
Tapi aku tidak pernah kabur meninggalkan tugasku
"Tidak kabur, tapi mengerjakan sesuatu diam-diam, biasanya disebut apa?" Kejarku karena belum mendapatkan kata yang sesuai untuk aktivitas satu ini.
"Nyambi," dibalas singkat
"Nah, iya itu.. Nyambi." yang lain menimpali.
***
Rejomulyo, 5 September 2020.
Sambil #Bahagia
"Jika kamu diam, aku tak kan pernah paham."
.
Terus begitu, sampai aku bosan menunggu
.
Lalu kamu marah,
kebingunganku pun bertambah.
.
Dan aku menjadi batu sebagaimana katamu
.
Padahal kata lelaki agung sepanjang waktu,
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya." Apa benar seperti itu?
.
"Dan aku? menurutmu?"
.
Ragu mendapat jawaban,
Kupilih buku sebagai pelampiasan.
Lalu koran,
ataupun artikel di Instagram;
Masih belum kutemukan.
.
Seperti itulah..
.
"Jika kamu diam, aku tak kan pernah paham."
.
Terus begitu, sampai aku bosan menunggu.
Jam masuk kantor dalam kebiasaan baruku.
Dulu saat musim panas di Mesir, tidur bakda subuh bangun hampir masuk waktu ashar. Pun musim dingin, berangkat kampus jam 08.30.. Begitupun sepulang ke Indonesia, tidak ada aktivitas yang benar-benar pagi bagiku.
Ah, teringat saat masih MA dulu, dan ya gw anak 'Aliyah cuy.. dengan sendal jepit berangkat ke kelas sambil berharap tidak ketawan satpam maupun guru BK, sering pas bell jam 7 menyelinap lewat gang sempit di gedung-gedung pesantren. Kalau ketawan horor; cubitan kecil di dada hukumannya.
Kini saya jadi guru di sebuah SMA swasta (ehm.. tolong tepuk tangannya), dua bulan pertama masih santai karena Daring sebab pandemi covid-19, dan sekarang sudah bersiap untuk memulai belajar tatap muka kembali.
Pak kepala sekolah di tempatku bilang begini,
"Senin ndak akan saya tolerir lagi yg telat, 06.45 sdh disekolahan".
Lah jam segitu aku masih ngupil sambil nguap lebar...