My Movements Trip.

Selasa, 02 Maret 2021

Anti kode-kode an

 "Semanis apapun kata yang ku rangkai, kamu tidak akan pernah tahu jika tidak aku ucapkan. Dan kamu memang tidak mau tahu, bukan begitu?"

Sabtu, 05 September 2020

Nyambi atau Mlipir? Tidak Jelas!

Saat jam makan siang, iseng ku bertanya kepada teman karena ingin memaknai aktivitasku belakangan ini,

"Apa sih makna 'Mlipir'?,"

Teman yang masih sibuk mengunyah kini mulai mengalihkan pandangan kepadaku,

"Hmm.. 'kabur diam-diam' kalau tidak salah." Jawabnya sedikit ragu.

Tapi aku tidak pernah kabur meninggalkan tugasku

"Tidak kabur, tapi mengerjakan sesuatu diam-diam, biasanya disebut apa?" Kejarku karena belum mendapatkan kata yang sesuai untuk aktivitas satu ini.

"Nyambi," dibalas singkat

"Nah, iya itu.. Nyambi." yang lain menimpali.


***

Rejomulyo, 5 September 2020.

Sambil #Bahagia

Sabtu, 29 Agustus 2020

Simpan bahagia untuk diri kita masing-masing

 "Jika kamu diam, aku tak kan pernah paham."

.

Terus begitu, sampai aku bosan menunggu

.

Lalu kamu marah,

kebingunganku pun bertambah.

. 

Dan aku menjadi batu sebagaimana katamu

.

Padahal kata lelaki agung sepanjang waktu,

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya." Apa benar seperti itu?

.

"Dan aku? menurutmu?"

.

Ragu mendapat jawaban, 

Kupilih buku sebagai pelampiasan.

Lalu koran,

ataupun artikel di Instagram;

Masih belum kutemukan.

.

Seperti itulah..

.

"Jika kamu diam, aku tak kan pernah paham."

.

Terus begitu, sampai aku bosan menunggu.


Rabu, 19 Agustus 2020

06.45!

 Jam masuk kantor dalam kebiasaan baruku.

Dulu saat musim panas di Mesir, tidur bakda subuh bangun hampir masuk waktu ashar. Pun musim dingin, berangkat kampus jam 08.30.. Begitupun sepulang ke Indonesia, tidak ada aktivitas yang benar-benar pagi bagiku.

Ah, teringat saat masih MA dulu, dan ya gw anak 'Aliyah cuy.. dengan sendal jepit berangkat ke kelas sambil berharap tidak ketawan satpam maupun guru BK, sering pas bell jam 7 menyelinap lewat gang sempit di gedung-gedung pesantren. Kalau ketawan horor; cubitan kecil di dada hukumannya.

Kini saya jadi guru di sebuah SMA swasta (ehm.. tolong tepuk tangannya), dua bulan pertama masih santai karena Daring sebab pandemi covid-19, dan sekarang sudah bersiap untuk memulai belajar tatap muka kembali.

Pak kepala sekolah di tempatku bilang begini,

"Senin ndak akan saya tolerir lagi yg telat, 06.45 sdh disekolahan".

Lah jam segitu aku masih ngupil sambil nguap lebar...

Minggu, 16 Agustus 2020

Sarapan Tujuh Belas Agustusan



"Pagi ini aku sarapan dengan menu buatanmu, dan ah... 

terimakasih tubuhku tidak rubuh sampai upacara selesai."

-Rejomuyo, 17 Agustus 2020


****


Senin, 10 Agustus 2020

Apa benar ini bentuk ikhtiyar-ku?

Suatu pagi aku datang terlambat ke tempat kerja, tepat saat rapat sudah mau usai,

"Ah, aku bangun kesiangan. Aku tak ingin banyak alasan. Mereka cukup tahu kalau aku terlambat." ucapku dalam hati..

Kutarik nafas sebelum membuka pintu kantor, sedikit membenahi rambutku yang acak-acakan karena memakai helm.

Saat kubuka, suasana sedikit hening meski tadinya kulihat dari kaca luar orang-orang sedang serius mendengarkan arahan pak ketua.

"ha.. halo, pagi." Ucapku santai sedikit kaku sambil melangkah cepat melewati barisan meja menuju tempat dudukku.

Huft, mereka tak perlu tahu kalau aku semalam begadang nonton Livestream sepakbola bersama anak-anak muda.

Ya, aku harus sering-sering kumpul bareng anak muda agar jiwa ini tidak keriput dan menua. Sedikit ikhtiyar untuk terlihat lebih energik!

***

Tapi apa benar harus begadang lagi?!




Kamis, 30 Juli 2020

Sampai Kapan Kau Tertawan di Taman ini?



"Menikah bagiku adalah sebuah keharusan."

Awalnya aku merasa 'harus' menikah dengan orang yang kucintai.
Namun Tuhan memberiku karunia; akal fikiran, di mana pada akhirnya aku lebih mengedepankan logika daripada perasaan. Pastinya diiringi nasihat para senior,

"Cinta itu dipupuk, bukan tumbuh dengan sendirinya." 

Tentu aku ingin taman yang dihiasi oleh bunga yang indah, bukan rumput liar yang tiba-tiba muncul ditempat antah berantah.

Aku tak mengira ini membutuhkan waktu!

Siapa sangka, aku yang masih kekanak-kanakan ini, harus tau bagaimana mencangkul, mengalirkan air, memberi pupuk, dan menjaga agar hewan liar tidak mengganggu tamanku. Yah, aku perlu beberapa waktu agar terbiasa dengan rutinitas baru.

Betulan deh, siapa sangka anak kecil yang punya cita-cita membuka pintu gerbang Masjid Al-Quds ini harus berhenti sebentar hanya untuk menyelesaikan pendidikan Magister selama 4 tahun?!

Tapi karena menikah baginya adalah keharusan, dia tidak boleh terlalu lama berhenti di zona nyamannya..

"Udah donk jangan terlalu lama menatap bunga-bunga yang mulai indah bermekaran, toh di ujung perjuangan sana ada bunga-bunga indah lain yang telah Tuhan siapkan untukmu wahai pejuang. Hhe." Celetuk anak tersebut dalam hati.

***

Back to back persiapan Khutbah Idul Adha,
lagi dan lagi tentang perjalanan Nabi Ibrahim dari satu tempat ke tempat lainnya.
Beliau melakukan perjalan itu tidak sendiri, namun selalu bersama keluarganya.

Jadi kamu paham kenapa aku punya keyakinan seperti itu?

Menikah itu harus, kakak! meski bukan dengan orang yang kau cintai..
toh cinta itu dibina, bukan berdiri dengan sendirinya.