My Movements Trip.

Selasa, 27 September 2016

Aku Baik.

dan apa kabarmu?

***

Sebuah pertanyaan sering menggelayut seiring berjalannya waktu. Kadang mencoba tidak peduli.Ah, kenapa aku begitu menyebalkan belakangan ini?

Abduh, ayo berusaha lebih baik!

Selasa, 20 September 2016

::Sekarang Kita Bisa Memilih, Tapi Nanti "Tidak"::

Ternyata secara natural, setiap orang menjalani kehidupannya secara berulang-ulang.

Ada yang merasa hal itu menjadi rutinitas yang membosankan. Akhirnya memilih kabur. Menyerah. Namun tanpa sadar ia kembali mengulang proses yang sama. Lalu kembali kabur, menyerah, dan mengulang lagi. Dan lagi.

Ada juga yang sadar dan cerdik mewarnai proses itu. setiap tantangan ia coba hadapi. Gagal, sukses, dan menunggu. Beragam hal mulai ia pahami. Mengambil peran ganda. Bertukar peran. proses berulang itu ia kerjakan dengan cara yang bervariasi.

Dan ada yang seperti ini, dan ada yang seperti itu.

Inilah hidup. Ujungnya adalah kematian.
Kadang di bawah, kadang di atas.

Perannya banyak. Sebagai anak, ayah, ibu,  kawan, sahabat, petualang, penjajah, yang membantu dan dibantu. Yang mengajari dan diajari.

Sekali lagi, inilah hidup. Ujungnya adalah kematian.
Kadang di bawah, kadang di atas.

Maka pilihlah peran kita. Pilih cara kita melalui proses hidup yang terus berulang ini. Membosankan? Menyenangkan?

Tapi sekali lagi jangan lupa.
Ujung dari proses ini adalah kematian.

LALU,
Sebuah kehidupan abadi menunggu kita.
Pada tahap itu kita tidak bisa memilih. Surga atau Neraka adalah keputusan Allah Swt.

Surga atau Neraka?
Kita tidak bisa memilih.

****

18 September 2016<
Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah.
*lagi tes kesehatan untuk daftar ulang


Rabu, 31 Agustus 2016

Silaturrahmi ke Rumah Bapak dan Mamah

Bareng Umi, Umi Ihsan, dan Umi Nadia.

Hari ini kami makan sayur bayam buatan mamah.
Artinya, hari ini saya ketemu mamah.

"Senangnya!"

Di Haka, sepulang dari rumah Mamah.
Rabu, 31 Agustus 2016.

***

Kebahagiaan itu cukup dengan
sebuah pertemuan denganmu, Mah.

Minggu, 28 Agustus 2016

Endonesiah

Hai, aku sudah di Jakarta. ibu kota negaraku, Indonesia.
ups, bukan bukan. tepatnya di tangerang selatan, ciputat.
di samping UIN Syarifhidayatullah. Rumah Mamah Onen,
Kakak Umi ku.

Hampir tiap hari mendapat telpon dari Abi,
"Apa kabar, bang? sehat?"

Ia sangat senang tatkala tahu aku ikut test masuk UIN,
Fakultas Dirasat Islamiyah.

Rabu sampai, Kamis mampir ke UIN,
lalu ibu Yuli, Sekretaris Dekan, berkata kepadaku,

"Senin ujian ya. Siapkan Proposal Skirpsi."

Keterlaluan!
yah, pastinya itu lebih baik daripada tidak mencoba.

Kembali bertemu buku.
Kembali menyusun ide dan gagasan.
Satu, dua, tiga.
Aku bangga jadi orang Endonesiah!


***
Jl. Pesanggrahan,
Ahad, 28 Agustus 2016

hmm, apa kabar dia yang di Kairo?
semoga baik-baik saja.
Segera. Segera aku ingin menghubungi Ayahnya.

Kamis, 18 Agustus 2016

Ingin Mencicipi Masakannya

Saat rabu malam (17 Agustus), seorang kawan bilang kalau ia sedang sibuk orderan katering.

Dalam hati, saya sangat berharap bisa mencicipi masakannya, walaupun tidak bertanya dia sedang masak apa.

Hanya ingin. Apapun masakannya saat itu.

Alhamdulillah, esoknya pada kamis malam, masakan tersebut lengkap tersaji di meja belajarku, yang akhirnya langsung disantap sepulang dari urusan di luar.

****

Semoga para koki nya medapat limpahan rezeki dan berkah dari Allah Swt.
Amiin

Belakangan saya jadi tau, kembalinya ia dari tahfidz dan belanja oleh-oleh, kawanku ini belum sempat pulang ke rumahnya dan langsung ikut bantu masak.










Kairo,
Jum'at, 19 Agustus 2016.

Alhamdulillah. 

Rabu, 17 Agustus 2016

Susun Ulang Strategi

Kamis siang, 17 Agustus. Ngobrol tentang masa depan. Namun entah kenapa, pembahasan mengarah ke gagalnya proses yang sedang dijalani.

Saya kalut.

Kuputuskan untuk diam.
Dan mulai menyusun ulang Strategi.