My Movements Trip.

Rabu, 31 Agustus 2016

Silaturrahmi ke Rumah Bapak dan Mamah

Bareng Umi, Umi Ihsan, dan Umi Nadia.

Hari ini kami makan sayur bayam buatan mamah.
Artinya, hari ini saya ketemu mamah.

"Senangnya!"

Di Haka, sepulang dari rumah Mamah.
Rabu, 31 Agustus 2016.

***

Kebahagiaan itu cukup dengan
sebuah pertemuan denganmu, Mah.

Minggu, 28 Agustus 2016

Endonesiah

Hai, aku sudah di Jakarta. ibu kota negaraku, Indonesia.
ups, bukan bukan. tepatnya di tangerang selatan, ciputat.
di samping UIN Syarifhidayatullah. Rumah Mamah Onen,
Kakak Umi ku.

Hampir tiap hari mendapat telpon dari Abi,
"Apa kabar, bang? sehat?"

Ia sangat senang tatkala tahu aku ikut test masuk UIN,
Fakultas Dirasat Islamiyah.

Rabu sampai, Kamis mampir ke UIN,
lalu ibu Yuli, Sekretaris Dekan, berkata kepadaku,

"Senin ujian ya. Siapkan Proposal Skirpsi."

Keterlaluan!
yah, pastinya itu lebih baik daripada tidak mencoba.

Kembali bertemu buku.
Kembali menyusun ide dan gagasan.
Satu, dua, tiga.
Aku bangga jadi orang Endonesiah!


***
Jl. Pesanggrahan,
Ahad, 28 Agustus 2016

hmm, apa kabar dia yang di Kairo?
semoga baik-baik saja.
Segera. Segera aku ingin menghubungi Ayahnya.

Kamis, 18 Agustus 2016

Ingin Mencicipi Masakannya

Saat rabu malam (17 Agustus), seorang kawan bilang kalau ia sedang sibuk orderan katering.

Dalam hati, saya sangat berharap bisa mencicipi masakannya, walaupun tidak bertanya dia sedang masak apa.

Hanya ingin. Apapun masakannya saat itu.

Alhamdulillah, esoknya pada kamis malam, masakan tersebut lengkap tersaji di meja belajarku, yang akhirnya langsung disantap sepulang dari urusan di luar.

****

Semoga para koki nya medapat limpahan rezeki dan berkah dari Allah Swt.
Amiin

Belakangan saya jadi tau, kembalinya ia dari tahfidz dan belanja oleh-oleh, kawanku ini belum sempat pulang ke rumahnya dan langsung ikut bantu masak.










Kairo,
Jum'at, 19 Agustus 2016.

Alhamdulillah. 

Rabu, 17 Agustus 2016

Susun Ulang Strategi

Kamis siang, 17 Agustus. Ngobrol tentang masa depan. Namun entah kenapa, pembahasan mengarah ke gagalnya proses yang sedang dijalani.

Saya kalut.

Kuputuskan untuk diam.
Dan mulai menyusun ulang Strategi. 

Senin, 15 Agustus 2016

Jawaban yang Selalu Sama

Kawan, kemarin aku bertanya padanya, dan lagi-lagi ia menjawab dengan cara yang selalu sama sejak pertama kali bertemu.

"Adakah yang mereka suka? Inikah? Itukah?"

"Ada. Yang ga ngerepotin yang ga nyusahin." Jawabnya singkat.

Seketika aku terdiam. Lama tak kutimpali. Kenangan singkat menyesaki kepala, dia tidak seperti kawan-kawan seusianya. Akan sangat wajar jika ia akan berkata hal-hal aneh. Namun tidak, ia tetap menjadi seseorang yang kukenal selama ini.

Namun entah kenapa, sikap santainya itu
membuatku sebal.

Dalam artian, rasa sebal itu menjadi alasan
aku ingin menjadi temannya.


***

teman yang pengertian itu harus dijaga,
Bukan begitu?


Kairo,
Senin, 15 Agustus 2016.

Minggu, 14 Agustus 2016

Usaha Adalah yang Utama

Kakak pembimbingku pagi ini mengirim pesan. Rentetan kalimat tanggapan dari seorang ibu wanita yang sedang kuperjuangkan.

Saat kubaca, bulu kudukku serentak berdiri.
Jantung berdegup kencang.
Nafas tertahan.
Rasa takut, pesimis, & cemas menyesaki dada.

Namun bibirku merekah, tersenyum.
dan berkata,

"Setidaknya, aku mulai menikmati hidup ini."


***

Kairo,
Minggu, 14 Agustus 2016.

"Selama kita berusaha,
Apapun hasilnya,  pasti itu yang terbaik."

~sekaligus mengenang,
Tiga tahun pembantaian Rab'ah~