My Movements Trip.

Selasa, 26 April 2016

Refleksi Gagal Deadline

Hari ini saya membaca tulisan seorang rekan yang rindu dengan kawan-kawan dirumahnya.
Belajar sampai pindah rumah. Mengagumkan cara belajarnya. Terlebih dia seorang wanita.


ohiya, aku juga sedang persiapan ujian.
Did i? 

***
mimpi itu kini mulai berkabut tebal.
Ghufronak Ya Allah.

Selasa.26.4.2016

Ashamed Abduh

قال الرسول:
 "و كيف أخالف كتاب الله و به هداني؟!"

Keluh kesah? manusia diciptakan dengan sifat alaminya yang suka berkeluh-kesah. Sebelum, saat, dan setelah melakukan segala sesuatu aku suka mengeluh. Korbannya adalah rekan-rekanku. Tak jarang aku menyalahkan mereka. ini dan itu.

"Abduh, cukup. ini sudah berlebihan." Si Rahman mengingatkan.

Aku meliriknya. menelanjangi setiap sudut dari kaki hingga kepala. tampilannya begitu mengenaskan. Aku tak habis pikir, bagaimana ia masih mau bersabar dengan kondisinya yang sekarang??

"Kau MALU dibilang 'pecundang' bukan?" Rahman menelontarkan pertanyaannya.

Bukan. Itu sindiran.

Aku masih membisu. Pura-pura sibuk dengan game yang ada di layar hape.

Tiba-tiba ia mendekat. duduk di samping dan langsung mengacak-ngacak rambutku.

"Hai, pecundang." ia berbisik di telingaku, "apa kamu masih punya IMAN?"


***
26.4.2016


Kamis, 14 April 2016

"Terkadang ada aja Momen ini."

Melakukan hal secara bersama-sama itu memang butuh kesabaran. Namun uniknya walau harus letih menunggu, saat bertemu dan kata pembuka acara diucapkan; semua berjalan begitu lancar, cepat, dan tepat sasaran.

saatnya memggunakan waktu menunggu sebaik mungkin.

#MalamBina_Iman #Nusantara #Rabu #Kamis #Jumat #Sabtu #JauhDariBuku hhe

Kairo
jum'at, 15 April 2016

Rabu, 13 April 2016

duh, bagaiamana ini?

Tuhan, hati hamba ini memang milikMu..
dan kini Kau biarkan ia terikat padanya,
si wanita surga berkulit gelap itu.

Bolehkah aku menamainya "Cinta"?
duh, bagaimana ini?

Rabu, 06 April 2016

Tempat di Mana Aku dan Kamu Bertemu

Hari ini aku tidak menyebut namamu.
tidak pula merengek,
meminta untuk segera bertemu
walau sebentar untuk melepas rindu.

Malam ini aku mendengarkan cerita baru.
kisah tentang cita-cita warisan
yang begitu saja menempel di dadaku.
tanpa tau resiko dan akibat yang menunggu.
namun disini lah..

..aku mengenalmu.

kukatakan,
"Masa laluku tak pantas untuk
menjadi pendampingmu.
bahkan untuk saat ini.

namun, masa depanku
begitu memimpikanmu."

Wahai calon bidadariku,
Perkenankanlah aku mengintip namamu
melalui tahapan perjuangan
dalam barisan-barisan..

..yang aku dan kamu bertemu disitu.



Kairo, 6 April 2016.
23.33 CLT

Senin, 04 April 2016

Tolong, bantu aku menghilangkan keraguan ini

Bukan karena proses ataupun sistem yang harus dilalui, kawan.

Ketidaknyamanan ini muncul karena salah paham.
aku kira kaki ini telah berjalan begtiu jauh,
dan bisa sampai di pos pertama ataupun kedua
sebelum badai datang.

namun sangat disayangkan, ternyata
beberapa bulan ini aku hanya berlari-
lari di komedi putar.

jauh panggang dari api,
tiket naik gunungnya
belum kubeli.

***
Kini badai datang.
Dari pintu masuk ke pos berikutnya;
bukan perjalanan pendek dan menyenangkan.

Aku hanya bisa memilih,

Menunggu badai selesai,
dengan resiko orang lain yg akan sampai
di tempatmu terlebih dahulu.

atau, memaksa masuk,
dengan mengambil banyak kemungkinan
yang dengan sedikit kesalahan,
salah satu kemungkinannya adalah;
aku tak akan pernah mencapai jari manismu.

Kedua pilihan ini membuatku berdebat dengan badai dan abang penjaga gerbang.
bahkan sampai saat ini aku belum tahu, 
apakah aku akan diterima oleh jalan setapak dan
pepohonan saat mendaki nanti?

aku benar-benar tidak nyaman dengan perdebatan
dan rasa ragu ini.



Di tengah terpaan Badai 'Ujian.'
Kairo, 4 April 2014.


Jumat, 01 April 2016

Lagi, kutulis surat untuk langit.

Karena hari ini aku ingin berdo'a untuk orang-orang yang kusayangi. dan mengucapkan,

"Terima kasih atas kerja keras kalian."

Maaf, tak banyak yang bisa kubantu.